DENPASAR, BALIPOST.com – Antusias pemilih melakukan pencoblosan ulang atau pemungutan suara ulang (PSU) untuk Pilpres, Kamis (25/4), mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari kedatangan pemilih ke TPS 05 Dauh Puri, Denpasar, lebih sedikit dibandingkan dengan pencoblosan 17 April 2019.

Dari jumlah pemilih 218 orang, terdiri dari DPT sebanyak 210 orang dan DPTB sebanyak 8 orang, yang hadir ke TPS hanya 140 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan saat pemungutan suara 17 April 2019, mencapai 169 orang.

Ada 78 orang pemilih tidak hadir dalam coblos ulang yang direkomendasikan Bawaslu kepada KPU Kota Denpasar. Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan, KPU Kota Denpasar, I Made Windia, tidak menampik menurunnya antusias pemilih untuk melakukan coblos ulang.

Akan tetapi dilihat dari partisipasi pemilih, jumlah yang hadir melebihi 50 persen. Sementara untuk pelaksanaan coblos ulang yang dilakukan untuk pilpres, KPPS telah menyebarkan C6 sejak tiga hari sebelumnya. “KPPS sudah sangat maksimal sekali bekerja,” katanya.

Baca juga:  Hingga Triwulan III, Kinerja Pertanian Menurun

Anggota Bawaslu Provinsi Bali Dewa Wiarsa Raka Sandi, mengatakan turunnya antusias pemilih dalam coblos ulang tidak masalah sepanjang hak memilih mereka dilindungi dan pemilih sudah dipanggil secara patut. KPPS sudah memanggil melalui C6, soal mereka tidak datang tentu tidak bisa dipaksa, karena ini merupakan partisipasi. “Pengalaman saya, pemungutan suara ulang memang minat pemilihnya sedikit,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, Bawaslu dalam hal ini lebih menekankan pada pengawasan terhadap proses dan prosedur. “Terpenting semuanya berjalan sesuai prosedur,” katanya.

Sementara itu, perolehan suara dalam penghitungan coblos ulang di TPS 05 Dauh Puri, Denpasar, pasangan Prabowo-Sandi mengungguli perolehan suara Jokowi-Ma’ruf Amin, yakni 74 suara berbanding 66 suara. (Agung Dharmada/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.