Menata
Suasana DTW Ulun Danu Beratan. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Adanya pesta demokrasi, Pemilu 2019, berimbas pada jumlah kunjungan ke beberapa DTW (Daerah Tarik Wisata) di Tabanan. Penurunan terlihat untuk kunjungan wisatawan domestik.

Manajer DTW Ulun Danu Beratan, Wayan Mustika, Rabu (3/4) mengatakan kunjungan rata-rata per hari ke DTW Ulun Danu setiap bulannya pada tahun 2019 ini mengalami penurunan setidaknya lima persen. Jika dilihat dari data kunjungan, untuk Januari kunjungan mencapai 68.860 atau rata-rata 2.221 kunjungan per hari, bulan Februari 58.330 kunjungan atau rata-rata 2.083 kunjungan per hari dan Maret sebanyak 60.091 kunjungan atau rata-rata 1.938 kunjungan per hari. “Jika dirata-ratakan kunjungan per harinya memang ada penurunan lima persen terutama untuk kunjungan wisatawan domestik,” ujar Mustika.

Dari tiga kunjungan selama tiga bulan bisa dilihat penurunan terjadi pada kunjungan wisatawan domestik yaitu 36.511 orang di bulan Januari, menurun menjadi 28.254 wisatawan di Februari dan 28.192 wisatawan pada Maret. Namun, kondisi sebaliknya terjadi untuk wisatawan mancanegara. Pada Januari mencapai 27.705 kunjungan, meningkat menjadi 30.076 di Februari dan 31.899 wisatawan pada Maret.

Baca juga:  Destinasi Wisata Halal Eropa Timur Makin Diminati

Menurut Mustika, adanya penurunan kunjungan ini terutama wisdom bisa dikarenakan adanya bulan Politik. “Kemungkinan karena sebentar lagi ada Pemilu. Ini menyebabkan banyak wisatawan domestik enggan untuk keluar berlibur. Tetapi bisa juga karena masih musim low season dan beberapa bencana yang terjadi di Indonesia,” ujar Mustika.

Meski terjadi penurunan, pihaknya dalam waktu dekat ini belum berencana menggelar festival atau acara untuk menambah kunjungan. “Tidak ada festival dalam waktu dekat ini karena pihak manajemen sedang konsentrasi menyiapkan destinasi baru berupa taman bunga. Rencananya dibuka bulan Juni ini,” jelas Mustika.

Hal yang sama juga berlaku di DTW Tanah Lot. Kunjungannya mengalami penurunan, yaitu bulan Januari sebanyak 224.620 kunjungan, Februari sebanyak 220.518 kunjungan dan Maret sebanyak 201.280 kunjungan. Jika dilihat dari kunjungan, menurut Manajer DTW Tanah Lot, Toya Adnyana, lebih didominasi oleh wisatawan mancanegara. “Penurunan terjadi di wisatawan domestik. Bisa dikarenakan memasuki bulan pemilu, selain itu juga low season,” ujarnya. (Wira Sanjiwani/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.