Ida Bagus Oka Gunastawa. (BP/Ist)

“SING NASDEM, SING KEREN” merupakan tagline Nasdem Bali yang dipimpin Ida Bagus Oka Gunastawa. Menurut Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Bali ini, alasannya mengampanyekan tagline tersebut bukan untuk menepuk dada, namun merupakan motor penggerak untuk berlomba memberikan yang terbaik pada masyarakat.

Dengan tagline ini diharapkan dapat menggerakkan partai lain untuk ikut menjadi keren seperti Nasdem. “Apabila semua Partai Keren, maka rakyat dipastikan sejahtera,” ujarnya.

Oka Gunastawa,  caleg Partai Nasdem Dapil Bali yang akan melaju ke Senayan ini terus menggaungkan tagline ini ke seluruh wilayah di Bali termasuk kepada caleg – caleg kabupaten/kota di Bali, agar semua caleg memiliki visi misi yang sama. Ia bangga mengggunakan tagline tersebut karena mengacu pada fakta perjalanan Partai Nasdem selama ini yang memang keren.

Beberapa bukti yang cukup menguatkan Partai Nasdem memang keren adalah, dalam kurun waktu 7 tahun, Partai Nasdem berhasil merangkul 200 kepala daerah di seluruh wilayah Indonesia. “Bahkan banyak kepala daerah terpilih yang sebelumnya di partai lain atau belum berpartai, memilih untuk bergabung dengan Partai Nasdem,” ungkap President Junior Chamber International (JCI) Bali tahun 2005 ini.

Hal yang paling keren dari Partai Nasdem adalah sikap politik tanpa mahar. Politik tanpa mahar sendiri bukan isapan jempol, bukan pula bualan tanpa bukti. Sejumlah politisi merasakan bagaimana praktik politik tanpa mahar ini dijalankan NasDem. Partai besutan Surya Paloh itu memang seakan ‘melawan arus’ di tengah hiruk pikuk politik Indonesia. Tapi itulah NasDem.

Baca juga:  Oka Gunastawa Ajak Peserta Pemilu Hormati Penyelenggara Pemilu

Tekadnya hanya satu, mengubah watak koruptif pemimpin yang diawali sejak ia berproses. Menurut Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa, politik tanpa mahar merupakan pengejawantahan ‘restorasi Indonesia’.

“Kami ingin menawarkan bagaimana pelaksanaan pileg dan pilpres berjalan demokratis, terbebas dari praktek KKN, pragmatisme, perilaku transaksional dan lainnya,” kata Oka Gunastawa.

Aplikasi konkrit sikap anti korupsi tersebut dibuktikan dengan bersikap tegas dalam merespon kader yang terjerat kasus korupsi.

Menurut Oka Gunastawa, kader yang diduga tersangkut kasus korupsi meskipun belum ada putusan hukum tetap hanya diberi waktu paling lama tiga jam. Pilihannya mengundurkan diri atau diberhentikan dari berbagai fungsi dalam partai.

“Inilah yang membedakan Partai Nasdem. Silahkan dicek, dan ini juga membuat kami bangga mengusung tagline Sing Nasdem Sing Keren,” pungkas Ketua Komando Pemenangan Wilayah (Kopemwil) Jokowi Ma’ruf Amin Partai Nasdem Provinsi Bali.  (Citta maya/Balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.