Sejumlah tenaga panol menimbang ikan hasil tangkapan di TPI Pengambengan kemarin. Hasil tangkapan nelayan sejak tiga hari belakangan ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Suasana di TPI Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan sejak dua hari belakangan ini mulai ramai. Hasil tangkapan nelayan perahu selerek (purse seine) di Selat Bali mulai ada peningkatan. Pelabuhan ikan yang sebelumnya cenderung sepi hingga dua bulan, kini mulai bergolak lagi. Apalagi hasil tangkapan ikan yang meningkat adalah jenis ikan Lemuru. Ikan ini menjadi komoditas utama nelayan di Jembrana khususnya nelayan Selerek.

Sejumlah nelayan yang ditemui mengungkapkan, rata-rata dalam satu kapal mereka bisa membawa pulang 5 ton ikan. Jauh lebih banyak dibanding sebelumnya yang sama sekali tidak ada. “Ini mulai banyak, sudah musimnya mungkin, sebagian besar Lemuru,” terang Apik (38), salah satu anak buah kapal Selerek.

Perahu-perahu yang sebelumnya lama tidak melaut, beberapa di antaranya sudah beroperasi. Namun belum keseluruhan beroperasi. Nelayan lain mengungkapkan lokasi tangkap ikan Lemuru ini di wilayah Timur sekitar Pekutatan hingga Rambut Siwi. Biasanya siklus tangkapan ikan di wilayah Timur pelabuhan ini lebih lama. “Biasanya kalau disana sudah muncul banyak, akan lama muncul. Kita berharap terus ada,” tandas Komang Suar, nelayan lain.

Baca juga:  Aipda Budiarta Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Penimbangan

Perahu yang sebelumnya jarang membawa tangkapan, sejak beberapa hari ini sudah mulai mendapatkan tangkapan. Bahkan ada beberapa kapal yang mendapatkan lima ton ikan Lemuru.

Kepala TPI Pengambengan, Putu Adi Astawa dikonfirmasi Kamis (28/2) membenarkan mulai ramainya aktivitas penimbangan di TPI Pengambengan. Kondisi ini sudah terjadi sejak tiga hari belakangan ini. Tetapi dari pengamatan belum semua perahu Selerek yang melaut. “Mungkin masih menunggu juga, tapi sudah ada peningkatan dibanding sebulan lalu. Ikan lemuru dan size-nya lumayan besar,” ucap Astawa.

Pihaknya juga berharap kondisi ini terus terjadi, setelah nelayan sempat paceklik sejak akhir 2018 lalu. Menurutnya hasil tangkap nelayan naik turun.  Sejatinya pada bulan September hingga November lalu tangkapan nelayan mengalami peningkatan cukup signifikan. Namun saat itu didominasi ikan Tongkol. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.