Bali Belum Bebas Rabies
Ilustrasi. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Virus rabies kian merebak di Klungkung. Ini terlihat setelah sejumlah warga belakangan menjadi korban gigitan anjing rabies.

Setelah sebulan berselang, kini giliran warga Desa Tegak menjadi korban, yakni Ni Made Susilawati (54). Ia justru digigit anjing peliharaannya sendiri, yang ternyata sudah positif rabies.

Warga Banjar Tulang Nyuh ini, digigit anjing peliharaannya sendiri di rumahnya pada Jumat (8/2). Meski anjing rumahan, selama ini anjing itu dilepasliarkan atau tidak diikat. Sehingga, anjing kerap keluar rumah dan berinteraksi dengan anjing lain di sekitarnya.

Kepala UPT Puskesmas II, dr I Komang Gede Sentanu Wibawa, dikonfirmasi, Senin (11/2), membenarkan ada warga yang tergigit anjing rabies. Ia mengatakan, saat itu korban sudah mendapatkan perawatan medis dan VAR maupun SAR, guna mencegah virus tersebut membahayakan pemilik anjing tersebut.

Sebab, korban digigit pada bagian berisiko, yakni di bagian tangan. “Korban mengalami luka gigitan cukup serius pada tangan dan sudah mendapatkan VAR maupuan SAR di Puskesmas Klungkung II,” katanya.

Dia menambahkan, anjing yang telah menggigitnya itu, juga telah dieleminasi, karena telah dinyatakan positif rabies. Perihal adanya eleminasi anjing itu, juga dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, Senin (11/2).

Baca juga:  Di Pupuan Ditemukan Sapi Positif Rabies

Petugas Dinas Pertanian Klungkung yang membidangi masalah hewan turun langsung ke Tulang Nyuh, Desa Tegak, Senin (11/2). Selain melakukan vaksinasi juga melakukan eliminasi.

Proses eliminasi dilakukan secara selektif. Total ada 16 anjing liar yang dieleminasi. Sementara sisanya sebanyak 120 anjing, diberikan vaksinasi. “Anjing yang menggigit korban tersebut, adalah anjing peliharaan sendiri, namun diliarkan,” kata Juanida.

Melihat kasus ini, Juanida menghimbau kepada masyarakat untuk mengikat atau mengkandangan anjing peliharaannya dan rutin divaksin sesuai waktu yang ditentukan.

Sebelummya, anjing rabies juga menggigit warga Banjar Ayung, Kelurahan Semarapura Kelod. Saat itu, amukan anjing rabies, setidaknya membuat sebelas warga setempat harus segera memperoleh VAR.

Pada 2018, sudah ada sebelas kasus gigitan anjing rabies. Sebagian besar peristiwanya terjadi di Kecamatan Dawan dan Kecamatan Klungkung.

Faktornya karena Klungkung dikelilingi daerah zona merah rabies. Seperti Karangasem, Bangli dan Gianyar. Sehingga, Klungkung harus siap menghadapi kasus gigitan anjing rabies. Kedua, juga karena mobilitas orang dan anjing di Klungkung yang cukup tinggi. Padahal, pada tahun 2017, Klungkung tidak ada kasus rabies. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.