Bupati Suwirta saat mendatangi tempat kos-kosan cewek kafe di Nusa Penida dan meminta semuanya agar segera dipulangkan. (BP/gik)

SEMARAPURA.BALIPOST.com – Pascapenutupan kafe remang-remang, di seluruh Klungkung, rupanya masih ada saja yang membandel dengan nekat beroperasi seperti biasa. Pemiliknya diam-diam beroperasi lagi, namun luput dari pantuan petugas. Melihat masih ada yang membandel, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menginstruksikan seluruh camat untuk mengecek masing-masing wilayahnya, agar tidak ada satu pun kafe remang-remang yang kembali buka.

Adanya kafe demikian kembali buka, diketahui Bupati Suwirta saat kunjungan ke Nusa Penida, Kamis (7/2). Di sekitar daerah Sental, Nusa Penida, Bupati Suwirta menemukan salah satu kafe masih beroperasi seperti biasa. Guna memastikan kondisi riilnya, bahkan Bupati Suwirta datang langsung ke tempat kos-kosan cewek kafe di sekitarnya.

Rupanya, mereka masih berada di Nusa Penida dan bekerja seperti biasa. “Saya minta kepada pemilik kafenya, agar segera memulangkan semua cewek kafe itu ke tempat asalnya,” kata Bupati Suwirta.

Total, dalam satu tempat kos itu, ada sebanyak sepuluh cewek kafe berparas cantik. Delapan di antaranya berasal dari Kalimantan Timur dan dua sisanya orang lokal Bali. Mereka memberikan pelayanan pada dua kafe di sekitarnya, yang diam-diam nekat buka lagi.

Baca juga:  Terima Satyalanca Karya Satya, ASN Diminta Tingkatkan Kualitas Kerja

“Saya sudah tugaskan camat bersama Forkompinca untuk memantau dan tutup paksa kalau buka lagi. Para pelayannya agar segera dipulangkan, karena pekerjaanya hanya itu-itu saja alias tidak jelas,” tegas Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta, menegaskan sejak awal sudah menyampaikan kepada seluruh pemilik kafe, agar segera menghentikan aktivitas prostitusinya. Tidak hanya pemilik kafe, tetapi juga rumah-rumah kecil yang menyediakan jasa sewa kamar di sekitar lokasi ek galian C Gunaksa. Bahkan, tempat serupa di sejumlah penginapan dan kos-kosan tak luput dari sasaran.

Ini sudah menjadi komitmen pemerintah daerah, memasuki tahun 2019. Sebab, Bupati Suwirta mengaku tidak mau Klungkung justru menjadi pusat lokalisasi prostitusi. Walau lokasinya tersembunyi, tetapi dampaknya kini sudah semakin memprihatinkan. Tidak hanya pendatang yang tergiur PSK, tetapi juga kini mulai merambah warga lokal. Ini terbukti dari hasil sidak, dimana banyak dipergoki warga dari Karangasem, Klungkung, khususnya Nusa Penida.

Menurut Suwirta, praktek ini harus segera dihentikan, mengingat kasus HIV/AIDS malah semakin meningkat. Data terakhir, menunjukkan ada sebanyak 380 penderita HIV/AIDS. Ini yang membuat pihaknya tahun ini harus bergerak cepat dan tegas. (bagiarta/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.