Seorang WNA diamankan karena merusak ornamen Patung Catur Muka. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – WNA yang berulah dengan merusak Patung Catur Muka menyebabkan 10 dari 16 kelopak ornamen teratai di patung itu rusak. Hal yang sama juga terjadi pada ornamen bebadungan
lainnya dan pipa air mancur di kawasan tersebut.

Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, Sabtu (2/2) sangat menyeasalkan adanya kejadian perusakan ikon Denpasar ini. Ditambah lagi pelakunya
adalah WNA.

Menurut Dewa Sayoga, wisatawan atapun WNA yang ke Bali, utamanya Kota Denpasar, hendaknya menjunjung tinggi dan ikut menjaga ketertiban umum. “Iya seharusnya ikut menjaga ketertiban umum,
bukan malah merusak fasilitas yang ada, apalagi ini ikon Kota,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan WNA tersebut sama sekali tidak mengantongi identitas. Dan ketika dilakukan komunikasi dan pemeriksaan lebih lanjut WNA justru mengamuk dan sempat menggigit kaki petugas. “Saat ditanya justru bernyanyi dan mengamuk, sehingga sulit diajak berkomunikasi dan cenderung sangat membahayakan,” ujar Dewa Sayoga.

Baca juga:  Hektaran Cabai di Sidemen Rusak

Karenanya, untuk menjaga kondusivitas, Satpol PP Denpasar bekerjasama dengan Dinas Sosial, BPBD dan Dinas Kesehatan telah melakukan pemeriksaan kejiwaan. Dan atas rekomendasi tim dari Dinas Kesehatan inilah, WNA berjenis kelamin perempuan ini dibawa ke RSJ Proinsi
Bali di Bangli.

Sementara itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar selaku pengelola patung mengatakan timnya saat ini tengah bergerak dan melaksanakan identifikasi serta penghitungan terhadap kerugian akibat adanya perusakan Patung Catur Muka ini. “Dari pengamatan, hanya lepas ornamennya saja, Sehingga bisa ditempel
kembali,” ujar Kabid Pertamanan, Ida Ayu Widiana Sari saat dikonfirmasi via sambungan teleponya. (Asmara Putra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.