Tangkapan layar peta sebaran kasus COVID-19 di Bali. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Senin (2/11) terjadi penurunan tambahan kasus COVID-19 dari sehari sebelumnya. Jumlahnya mencapai 39 orang.

Adanya penambahan kasus ini menyebabkan kumulatif kasus COVID-19 di Bali mencapai 11.846 kasus. Jika dirinci dari penularannya, data Satgas Penanganan COVID-19 Bali menunjukkan bahwa transmisi lokal kini jumlahnya mencapai 11.445 orang, pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sebanyak 305 orang, dan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) mencapai 96 orang.

Untuk sebaran kasus baru, tiga kabupaten melaporkan nihil tambahan. Yakni Tabanan, Bangli, dan Karangasem.

Sementara sebaran kasus baru hari ini, ada dua wilayah yang mencatatkan belasan warga tertular. Rinciannya Gianyar sebanyak 13 orang dan Denpasar 11 orang.

Sementara itu, 4 kabupaten melaporkan kasus di bawah 10 orang. Yaitu Badung 7 orang, Klungkung dan Buleleng sama-sama bertambah 3 orang, dan Jembrana 2 orang.

Baca juga:  Manis Galungan, Tanah Lot Tetap Jadi Favorit

Kasus Sembuh

Untuk kasus sembuh, terdapat tambahan sebanyak 85 orang. Kumulatif pasien sembuh mencapai 10.766 orang (90,88 persen). Seluruh kabupaten/kota melaporkan tambahan pasien sembuh.

Sebaran pasien sembuh hari ini, terbanyak disumbangkan Denpasar dengan 19 orang. Di posisi kedua ada Badung melaporkan 18 pasien sembuh.

Karangasem ada di posisi ketiga dengan tambahan 12 pasien sembuh. Jembrana posisi empat dengan 10 pasien sembuh.

Bangli ada di posisi kelima dengan tambahan 8 pasien sembuh. Sedangkan 4 kabupaten lainnya melaporkan kasus sembuh di bawah 7 orang. Rinciannya, Tabanan dan Klungkung sama-sama mencatatkan tambahan 6 pasien sembuh, Buleleng 4 orang, dan Gianyar 1 orang. Terdapat pula 1 warga kabupaten lainnya yang dilaporkan sembuh.

Baca juga:  Transmisi Lokal COVID-19 Meningkat, Indikasi Kurangnya Kesadaran Patuhi Protokol Kesehatan

Korban Jiwa

Kasus meninggal juga bertambah sebanyak 2 orang. Dua kabupaten yang menambahkan jumlah warga meninggal akibat COVID-19 adalah Tabanan dan Bangli.

Kumulatif korban jiwa di Bali mencapai 391 orang (3,3 persen). Rinciannya 389 WNI dan 2 WNA.

Untuk sebaran kasus meninggal, Denpasar ada di posisi pertama dengan 76 korban jiwa. Gianyar menduduki peringkat kedua dengan 68 orang meninggal. Posisi ketiga diduduki Buleleng dengan 54 orang meninggal.

Sementara itu di posisi keempat adalah Karangasem 50 orang. Badung ada di posisi kelima dengan 45 orang meninggal.

Sedangkan Tabanan di posisi keenam dengan 35 kasus meninggal. Posisi ketujuh adalah Bangli dengan 34 kasus.

Klungkung yang melaporkan 16 orang meninggal di posisi kedelapan. Posisi terakhir diduduki Jembrana dengan 11 kasus meninggal.

Baca juga:  Dari Bali akan Jadi "Super Hub" sampai Warga Padangbai Tegaskan Gelar Aksi Lebih Besar

Kasus Aktif

Dari seluruh kumulatif kasus yang ditangani Bali, 689 orang (5,82 persen) masih dirawat dan tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Pemegang posisi pertama atau yang paling banyak menyumbangkan kasus aktif adalah Badung dengan jumlah 183 orang. Denpasar ada di posisi kedua dengan jumlah 165 orang.

Ada di posisi ketiga dengan 132 kasus aktif adalah Gianyar. Peringkat keempat diduduki Klungkung dengan 51 kasus. Tabanan turun ke posisi kelima dengan 47 kasus aktif.

Selanjutnya Buleleng ada di posisi keenam dengan 37 kasus.

Posisi kedelapan dipegang Jembrana dengan 29 kasus aktif. Posisi kesembilan adalah Bangli dengan 9 kasus aktif.

Juga masih ada 1 WNA dan 2 orang dari kabupaten lainnya yang dirawat. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.