Wisatawan asing saat berkunjung ke objek wisata Taman Soekesada Ujung, Karangasem. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Erupsi Gunung Agung yang terjadi tahun 2017 dan 2018 rupanya tak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan ke Karangasem. Buktinya, tahun pada 2018 kunjungan warga negara asing (WNA) ke objek wisata Taman Ujung Soekasada, Desa Tumbu, Kecamatan/Kabupaten  Karangasem, mengalami lonjakan yang sangat fantastis. Kondisi itu membuat pengelola mampu melampaui target kunjungan.

Kepala Badan Pengelola Objek Wisata Taman Ujung Soekasada, Ida Made Alit, Rabu (2/1) mengungkapkan, tahun 2018 lalu wisatawan asing yang berkunjung ke objek wisata Taman Ujung di targetkan sebanyak 44.000 orang. Target tersebut dipatok, menyusul kondisi Gunung Agung  saat itu dalam kondisi tidak bersahabat.

“Kita tidak mau membuat target yang muluk-muluk, saat itu Gunung Agung masih dalam masa-masa erupsi. Tapi seiring waktu berjalan, dan gencarnya upaya promosi yang dilakukan pihak pengelola, wisatawan semakin  bergairah datang ke objek wisata peninggalan raja Karangasem itu. Tapi dalam setahun perjalanan, wisatawan yang datang kesini sungguh di luar ekspektasi. Astungkara, kunjungan wisatawan asing kesini sepanjang tahun 2018 jauh melampaui target. Data terakhir kunjungan wisatawan asing mencapai 78.000 orang,” ujar Made Alit.

Baca juga:  Kemenhub Targetkan Angka Lakalantas Turun Hingga 80 Persen

Made Alit mengatakan, target kunjungan yang terlampaui, sekaligus merubah target pendapatan dari salah satu objek wisata terfavorit di Karangasem itu. Awalnya pihak badan pengelola menargetkan pendapatan dari kunjungan wisatawan sebesar Rp 5 miliar, namun target tersebut terlampaui menjadi Rp 6,5 miliar.

Kata dia, sesuai perjanjian, besarnya pendapatan yang diraih, pihak Badan Pengelola Taman Ujung wajib menyetorkan ke Pemkab Karangasem sebesar Rp 900 juta dan ke Puri Karangasem sebesar Rp 600 juta. Sisanya dikelola oleh Badan Pengelola, selain sebagai operasional, juga untuk  gaji karyawan yang ada disana.

“Adanya kerjasama dengan semua pihak membuat wisatawan semakin tertarik datang ke sini. Target tahun ini tidak jauh-jauh amat, masih dalam kisaran Rp 6,5 miliar. Semoga bisa terlampaui,”harap Ida Made Alit. (eka prananda/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.