Warga melakukan aksi tanam mangrove sebagai upaya untuk meningkatkan ruang terbuka hijau dan kawasan hutan. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Serangkaian dengan peringatan HUT ke-7 PT Jasamarga Bali Tol (JBT) yang jatuh pada tanggal 25 November, Jumat (23/11) dilakukan kegiatan penanaman pohon mangrove sebanyak 10.000 di sekitar Gerbang Tol Benoa. Kegiatan ini merupakan salah satu Implementasi untuk melaksanakan salah satu misi PT Jasamarga Bali Tol yaitu “Mengoperasikan Jalan Tol dengan Tetap Menjaga Keasrian Lingkungan Hidup dan Budaya Bali”.

Dengan mengambil tema “Save Our Future”, penanaman mangrove ini juga melibatkan sebanyak 200 pelajar.

Menurut Dirut JBT, Enkky Sasono, pihak JBT sebelumnya secara rutin terus melakukan penanaman mangrove, namun dalam jumlah yg lebih sedikit. Secara total hingga saat ini, pihaknya sudah menanam sebanyak 45.000 mangrove.

Selain penanaman mangrove, pada Minggu (25/11), akan dilakukan kegiatan pelepasan tukik sebanyak 500 ekor di Pantai Kuta. “Selain pelepasan tukik, kami juga sekaligus akan mengajak masyarakat untuk ikut melakukan aksi bersih sampah di sekitar pantai Kuta,” katanya saat ditemui disela penanaman mangrove.

Menurut Enkky, kegiatan ini semua tentunya ditujukan untuk pelestarian alam. Pihaknya berharap, kegiatan seperti ini dapat berjalan berkesinambungan. Tentunya dengan kesadaran bahwa tanggung jawab tentang kualitas kehidupan generasi mendatang menjadi tanggung jawab kita saat ini.

Baca juga:  Dua Lokasi Ini Jadi Tempat Penenggelaman Struktur Terumbu Karang

Kalau dilihat dari kebutuhan, kondisi di sekitar jalan tol, kebutuhannya memang masih cukup banyak. Secara luasan memang tidak bisa dihitung.

Nantinya kata Enkky, di sepanjang jalan tol, akan terus ditanami dengan mangrove. “Di beberapa area yang memang terlihat kurang, akan terus ditanami,” pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan selain dari pemegang saham, dari Jasamarga, Pelindo III, AP1, ITDC, Pemprov dan Pemkab Badung, juga mendapat dukungan dari perbankan.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bali, Drh Luh Ayu Aryani yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengaku sangat mengukung kegiatan ini. Karena penanaman ini merupakan langkah untuk konservasi tanaman mangrove.

Untuk luasan mangrove yang ada di sekitar benoa, luasnya sekitar 1373,50 hektar. “Saat ini, untuk hutan mangrove di sekitar Benoa sekarang sudah mulai lebih baik, dan sudah tertata. Selain itu dari segi kebersihan, sampah-sampah sudah mulai berkurang,” pungkasnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.