MANGUPURA, BALIPOST.com – Penanganan sampah untuk didaur ulang sehingga meminimalkan pembuangannya ke alam merupakan salah satu upaya yang gencar dilakukan. Tetra Pak Indonesia, perusahaan multinasional yang bergerak di dalam proses dan pengemasan bekerjasama dengan EcoBali Recycling bahkan sudah menjalin kerjasama 10 tahun dalam proses pengumpulan kemasan untuk didaur ulang.

Menurut Environment Manager Tetra Pak Indonesia, Reza Andreanto, Senin (19/11), kerjasama dengan EcoBali Recycling sudah dilakukan sejak 2007. Tujuannya memastikan kemasan Tetra Pak yang ada di masyarakat bisa dikumpulkan dan kemudian didaur ulang. “Kolaborasi yang telah kami lakukan ini telah membentuk jaringan pengumpulan, baik formal maupun informal, yang mencakup 72 bisnis di Bali,” sebutnya saat perayaan satu dekade kerjasama Tetra Pak Indonesia dengan EcoBali Recycling.

Ia mengatakan edukasi juga dilakukan sehingga masyarakat sadar akan manfaat daur ulang ini dan meminimalkan pembuangan sampah ke alam. Setelah dikumpulkan oleh EcoBali Recycling, kemasan Tetra Pak dibawa ke pabrik daur ulang yang ada di Tangerang maupun Mojokerto, yang merupakan perusahaan yang menjalin kerjasama dengan Tetra Pak.

Baca juga:  Sejumlah Persoalan Ini, Sebabkan Bali Belum Bisa Wujudkan Pariwisata Berkualitas

Sementara itu, Direktur EcoBali Recycling, I Ketut Mertaadi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menangani sampah dan meminimalkan pembuangan sampah ke alam. Selama bekerjasama dengan Tetra Pak Indonesia, sudah 2.200 ton kemasan Tetra Pak yang dikumpulkan. “Setahun sekitar 300 ton berhasil kami kumpulkan untuk selanjutnya dikirim ke perusahaan daur ulang,” jelasnya.

Selain mengumpulkan sampah, EcoBali juga melakukan edukasi ke sekolah dan menggandeng industri perhotelan untuk aktif mengampanyekan target Zero Waste di Bali. Total sudah ada 18 ribuan siswa, 1000 lebih guru, dan 1.500 pelaku perhotelan dilibatkan dalam aksi peduli kebersihan sejak EcoBali berdiri pada 2005 silam.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani menyambut baik upaya yang dilakukan EcoBali Recycling dan Tetra Pak Indonesia. Ia mengatakan Bali sebagai destinasi wisata dunia wajib menjaga kebersihan sehingga persoalan sampah menjadi sebuah masalah bersama yang harus dituntaskan. Ia mengatakan jumlah sampah per hari di Bali dari data 2017 mencapai 13 ribu meter kubik. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.