Sampah- Petugas kebersihkan sampah yang dibuang para pemedek saat melakukan persembahyangan serangkaian Karya IBTK di Pura Agung Besakih. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Secara umum pelaksanaan Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih telah berjalan dengan aman dan lancar. Hanya saja, pada karya IBTK 2025 mendatang, para pemedek diminta untuk sedikit lebih bersabar agar tidak sampai meloncati tembok penyengker pura serta tidak membuang sampah sembarangan di kawasan Pura Agung Besakih.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, mengungkapkan, kalau secara umum pelaksanaan karya IBTK di Pura Agung Besakih telah berjalan dengan aman, lancar. Hanya saja, ada satu dua pemedek yang kurang sabar saat melakukan persembahyangan sehingga terjadi aksi panjat tembok penyengker pura.

Baca juga:  Tiga Daerah Ini Dominasi Hampir 80 Persen Kasus COVID-19 Baru di Bali

“Ini tentang kesabaran umut. Karena kurang sabar, makanya mereka memanjat tembok penyengker pura. Jadi, kita harap pada pelaksanan IBTK tahun 2025 mendatang, tidak terulang kembali pemedek yang melakukan hal serupa,” harap Widiarta.

Widiartha mengatakan, selain terkait adanya pemedek yang memanjat tembok penyengker pura, pihaknya juga menyoroti masih kurang kesadaran pemedek yang masih membuang sampah sembarangan di kawasan Pura Agung Besakih. Pasalnya, cukup banyak sampah yang berserakan di kawasan Pura Agung Besakih.

Baca juga:  Bali Miliki 3.000 Anak Terlantar

“Ada pemedek usai sembahyang sudah membawa sampah, tapi sampah tersebut dibuang di pinggir jalan. Fenomena ini masih terjadi di IBTK tahun ini. Semoga kedepannya para pemedek bisa mengikuti himbauan yang telah kita berikan, sehingga tak ada lagi kejadian seperti ini,” jelasnya. (Eka Parananda/Balipost)

BAGIKAN