Foto udara kepadatan kantong parkir Terminal Kargo Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (18/3/2026). Kepadatan terjadi menjelang penutupan sementara aktivitas penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang pada 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Bali yang bertepatan dengan puncak arus mudik Idul Fitri 2026. (BP/Antara)

NEGARA, BALIPOST.com – Kemacetan di pelabuhan Gilimanuk Jembrana Bali menjadi sorotan publik saat mudik Hari Raya Idulfitri yang beririsan dengan perayaan Suci Nyepi di Bali. Gubernur Bali Wayan Koster dan seluruh jajaran Pemprov Bali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.

Koster mengatakan sesuai kewenangan, Pemprov Bali telah menjalankan secara optimal langkah antisipasi sejak awal sebelum puncak mudik terjadi dalam sepekan ini.

Baca juga:  Dinkes Bali Gandeng Stakeholder Berperan Dalam Germas

Langkah antisipasi sejak awal kata Gubernur Koster telah dilaksanakan melalui rapat koordinasi (Rakor) bersama Polda Bali, Pangdam IX Udayana, Dinas Perhubungan dan semua pihak terkait (Forkopimda).

Menindaklanjuti Rakor ini, selanjutnya Polda Bali membentuk posko-posko dengan petugas pengatur lalu lintas jalur Gilimanuk-Mengwi.

Kemudian jelas Koster, ASDP di bawah Kementerian Perhubungan RI telah menambah jumlah kapal penyeberangan dari Gilimanuk ke Ketapang guna memenuhi meningkatnya jumlah kendaraan dari Bali ke Ketapang.

Baca juga:  2025, Vaksinasi Rabies HPR di Bali Capai 85,35 Persen

“Atas terjadinya kemacetan yang panjang ke arah pelabuhan Gilimanuk akibat lamanya antrean penyeberangan Gilimanuk ke Ketapang, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf atas kondisi ini,” kata Koster dalam keterangan tertulisnya.

Gubernur Bali dua periode ini juga berterima kasih kepada para pihak atas kritik dan sarannya terkait kondisi kemacetan yang membuat publik kurang nyaman.

Kritik dan saran ini akan kami pakai sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” kata Gubernur Koster.

Baca juga:  Diduga Rabies, Ibu Dua Anak Meninggal

Diketahui, kemacetan arus mudik di jalur menuju pelabuhan Gilimanuk terjadi menjelang hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Kamis, 19 Maret 2026 yang beririsan dengan Idulfitri 1447 Hijriah 21 dan 22 Maret 2026. Volume kendaraan cukup tinggi dan terpusat pada lokasi ini. (kmb/balipost)

BAGIKAN