Beberapa petugas siaga di atas kapal untuk proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Benoa, Denpasar. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster mulai menggarap tata kelola yang menjadikan Pulau Dewata sebagai hub atau penghubung ekspor dari sejumlah provinsi di tanah air.

“Sekarang secara alami itu memang Bali sudah menjadi hub ekspor, tapi belum formal,” kata Koster di sela melepas ekspor salak di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (6/8).

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Gubernur mengatakan Bali memiliki akses dan jenama yang menarik sehingga berpeluang besar meningkatkan ekspor produk daerah lain.

Untuk akses udara misalnya, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memiliki rute penerbangan internasional yang cukup banyak.

Baca juga:  Satpol PP Badung Pantau Penerapan Prokes di Objek Wisata Pantai

Berdasarkan data pengelola bandara, Bandara Bali per 12 Juli 2026 melayani 42 rute internasional yang dioperasikan oleh 43 maskapai nasional dan internasional.

Selain mengangkut penumpang, akses penerbangan langsung internasional itu juga berpeluang besar mengangkut muatan kargo untuk ekspor.

Dengan keunggulan itu, lanjut dia, eksportir dari daerah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, NTB, NTT hingga Papua dapat mengirim barangnya melalui Bali.

Selain itu, untuk mendukung ekosistem Bali hub ekspor, zona inti Pusat Kebudayaan Bali mulai tender pada akhir 2026 dan ditargetkan proses konstruksi pada Desember 2026.

Baca juga:  Milenial dan Gen Z Klungkung “Sikat” Wayan Koster

Konstruksi zona inti itu ditargetkan rampung pada Desember 2027 yang di dalamnya juga dibangun salah satunya gedung Bali Expo.

“Mengapa ekspornya melalui pintu Bali? Karena nama Bali ini terkenal dan standar mutunya dipertanggungjawabkan. Kalau sudah sertifikat ekspor dari sini (Bali) itu laku,” ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, nilai ekspor barang Provinsi Bali periode Januari-Juni 2026 tercatat sebesar 280,5 juta dolar AS atau turun 0,88 persen dibandingkan periode Januari-Juni 2025 yang tercatat sebesar 283 juta dolar AS.

Baca juga:  Sentimen Positif Domestik dan Global Picu Menguatnya IHSG

Di sisi lain, untuk mendukung Pulau Dewata sebagai hub ekspor, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Bali melakukan penandatanganan sinergi dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali untuk memperkuat program Bali sebagai penghubung ekspor.

Penandatanganan dilakukan Ketua Umum DPD GPEI Bali Anak Agung Ngurah Aditya Pradnyana Sunu dengan Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani.

Selain itu, GPEI Bali juga meneken kerja sama dengan Ketua Kadin Bali I Made Ariandi, Ketua Hipmi Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih dan juga Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Bali Heri Yuwono. (kmb/balipost)

BAGIKAN