Sejumlah petani tempek Klumpu subak penataran, banjar Lebah desa Marga saat melihat kondisi jalan subak dan saluran irigasi yang tertimbun longsor. (BP/bit) 

TABANAN, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Rabu (14/11) malam menyebabkan sejumlah bencana longsor. Di kecamatan Marga setidaknya terjadi di sejumlah titik lokasi, salah satunya bahkan menyebabkan akses irigasi dan jalan penghubung dua tempek di subak penataran terputus. Ini terjadi di tempek klumpu tegalinggah, banjar Lebah, desa Marga.

Dari pantauan di lapangan, akses irigasi yang menghubungkan dua tempek sepanjang 20 meter tersebut longsor dengan ketinggian 10 meter. Bahkan material longsor menutup aliran irigasi sehingga dikhawatirkan mengancam proses tanam, mengingat pertengahan bulan desember merupakan masa tanam padi.

Seperti disampaikan Nyoman Lonak (40) petani tempek klumpu, longsor terjadi akibat hujan deras Rabu malam, dan baru diketahui Kamis pagi, ketika dirinya hendak pergi ke sawah. Akibat longsor tersebut dua aliran irigasi subak penataran yakni aliran irigasi bagian atas untuk tempek klumpu kaja yang berfungsi mengairi 8 hektar lahan pertanian dan aliran irigasi bawah yang mengaliri tempek klumpu kelod seluas 10 hektar  tertimbun material longsor. “Kondisi tanah labil, ditambah hujan deras, aliran air cukup besar sehingga mudah tergerus,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan petani lainnya, I Made Wirna. Dikatakanya, saluran irigasi memang dalam kondisi retak dan sebelumnya pernah longsor. Hanya saja, telah dilakukan upaya pemasangan drum sepanjang enam meter agar air irigasi bisa tetap mengalir. “Lihat saja, drum yang kami pasang bahkan tidak terlihat lagi akibat tertimoa materiam longsor,” ucapnya.

Baca juga:  Antisipasi Bencana, Ini Upaya PDAM Tabanan

Akibat kejadian ini sejumlah petani yang melihat langsung kondisi saluran subak berharap pemerintah daerah bisa segera melakukan upaya perbaikan, agar mereja bisa melakukan proses tanam di pertengaha bulan Desember ini.

Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita nengatakan, untuk longsor di subak penataran yang berdampak pada irigasi dua tempek, rencananya Jumat (15/11) akan melakukan rapat koordinasi dengan perangkat daerah terkait seperti PU, dinas pertanian, Bapelitbang dan Bakeuda. “Akan kita koordinasikan dulu, masih tidak ada anggaran yang bisa dieksekusi tahun ini,” ucapnya.

Dari data BPBD Tabanan hingga sore kemarin hujan deras berdampak pada sejumlah longsor yang terjadi di kecamatan Marga, dimana di wilayah desa kukuh terpantau delapan titik longsor dan satu titik di desa Marga. “Titik longsor yang sifatnya kecil sudah langsung bisa ditangani baik itu oleh petugas TRC maupun dari dinas PU, yang beluk bisa ditangani longsor di subak penataran yang terdampak pada salurab irigasi dua tempek Klumpu ini,” pungkasnya. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.