Seorang pria diamankan karena mengancam akan membunuh dan mengancungkan samurai. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mengancam akan membunuh dan mengancungkan samurai, seorang penjaga Villa, I Nyoman Suardana (41) diamankan aparat Polsek Dentim. Kronologinya, kasus penganiayaan ini nyaris terjadi pada Jumat (9/11) di Jl. Pucuk I, Denpasar Timur.

Pelaku mendatangi tempat kerja I Kadek Sudarmayasa (35) sambil membawa samurai. Sudarmayasa langsung sembunyi di rumah warga karena diancam mau dibunuh. “Setelah menerima laporan kejadian itu, kami langsung ke TKP. Setelah dilakukan pendekatan akhirnya pelaku menyerah dan langsung kami bawa ke polsek,” tegas Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) AKP Nyoman Karang Adiputra, Rabu (14/11).

Menurut AKP Karang, saat kejadian sekitar pukul 20.00 Wita, korban yang merupakan penjaga sekolah sedang melaksanakan tugasnya. Datang pelaku mengendarai sepeda motor lalu berhenti di depan warung dekat korban bekerja. Korban melihat pelaku menyelipkan senjata tajam di punggungnya dan terus memandangnya.

Perasaan korban mulai tidak enak, lalu dia menelepon temannya, Putu Sudarma dan menyampaikan kedatangan pelaku tersebut. Sudarma menyuruh korban menyelamatkan diri. “Korban langsung mengunci pintu pos dan bergegas pergi. Pelaku langsung mengejarnya sambil mengeluarkan samurai yang diselipkan di punggungnya,” tegasnya.

Baca juga:  Bisa Rawat Jalan, 2 Korban Sambar Petir Diperbolehkan Pulang

Sambil mengejar pelaku berkata “matiang cang ci” (saya bunuh kamu) berkali-kali sambil menunjukkan samurai tersebut ke arah korban. Korban yang ketakutan langsung sembunyi di rumah warga, I Ketut Sudiarta. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Dentim.

Setelah menerima laporan kasus tersebut, anggota Unit Reskrim bersama Unit Patroli langsung menuju TKP. Setibanya di sana, petugas berupaya melakukan pendekatan dan menyuruh pelaku menenangkan diri. Upaya polisi tersebut membuahkan hasil, pelaku menyerahkan samurainya tersebut. Selanjutnya pelaku dibawa ke polsek. “Motif kasus ini karena tersangka merasa sering disindir dan diejek oleh korban. Hal tersebut membuat tersangka tersinggung dan akhirnya melakukan perbuatan itu,” tandasnya. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.