Petugas PDAM Karangasem melakukan penyambungan pipa air bersih. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – PDAM Karangasem mengajukan penyertaan modal Rp 4,5 miliar kepada Pemkab Karangasem. Dana ini akan dipergunakan untuk memperkuat jaringan PDAM. Sebab, masih banyak warga Karangasem yang belum terlayani sambungan air bersih PDAM.

Direktur PDAM Karangasem, I Gusti Made Singarsi, Rabu (14/11), mengatakan 2019 ini PDAM Karangasem merencanakan melakukan 1.500 sambungan MBR di seluruh Kecamatan di Karangasem. Nilai setiap sambungan dengan rincian Rp 3 juta.

Sehingga, melihat angka kebutuhan itu, total dana yang diperlukan mencapai Rp 4,5 miliar. Singarsi menambahkan, ini sebagai upaya PDAM Karangasem untuk terus memperkuat jaringan pelayanan air besih di Karangasem. Penambahan sambungan ini sebagai salah satu program untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Terkait masalah sambungan ini, nantinya juga akan melibatkan konsultan. Sasaranya adalah masyarakat yang belum mndapatkan sambungan air PDAM. Syaratnya harus ada jaringan PDAM di dekat konsumen yang mengajukan. Bisa saja PDAM membangun jaringan dengan menggunakan dana ini asal pengajukan oleh konsumen berkelompok. Misalnya dalam satu gang ada 30 sambungan. Sementara jaraknya 1 km dari jaringan induk PDAM, maka PDAM akan membangun jaringan. “Ini akan memperkuat jaringan PDAM hingga ke pedesaan,” kata Singarsi.

Baca juga:  Tiga Bulan Putus, Perbaikan Pipa PDAM di Rendang Tunggu Rekanan

Semua potensi yang ada termasuk air permukaan, air Telagawaja dan juga sumur bor akan dimaksimalkan PDAM. PDAM sendiri juga telah melakukan kerjasama dengan pengelola air Telagawaja. Caranya adalah PDAM membeli air dari pipa Telagawaja.

Jaringan yang ada di dekat pipa Telagawaja juga bisa dilakukan sambunan MBR ini. Sementara, untuk jaringan Telagawaja diakui saat ini masih ada kendala. Pipa induk besar tidak kuat sehingga sering meledak. Selain itu, air juga belum bisa masuk sampai ke Kubu dan Abang.

Khusus untuk Kecamatan Kubu, pihaknya juga tengah melakukan pendekatan kepada kelompok yang memanfaatkan sumur bor. Jika warga memberikan izin PDAM akan mengelolanya dengan membangun sambungan baru ini.

Sejauh ini, PDAM Karangasem memiliki sebanyak 35.600 pelanggan. Sedangkan volume air yang dikelola PDAM masih bisa sekitar 3.000 sambungan lagi. Ini akan dimaksimalkan, sebanyak 1.500 sambungan MBR dan sisanya adalah sambungan regular PDAM. “Sejauh ini tidak ada lagi daftar tunggu di PDAM,” tegasnya.

Sebelumnya, PDAM telah menerima penyertaan modal Pemkab Karangasem, menuntaskan 700 sambungan MBR dengan anggaran Rp 2,1 miliar. “Dengan cara ini kami ingin menuntaskan pemenuhan hak rakyat atas air,” katanya. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.