DENPASAR, BALIPOST.com – Acara farewell parade Kapolresta Denpasar digelar, Sabtu (10/11). Hadir dalam acara tersebut, mantan Kapolresta Kombes Pol. Hadi Purnomo dan Kapolresta AKBP Ruddi Setiawan.

Kombes Hadi menyampaikan Polresta Denpasar harus bangga karena berhasil menangkap raja preman. “Ini merupakan kebaggaan. Kita dapat menangkap rajanya preman dan sekarang masih dalam proses sidang,” tegas Hadi dihadapan ratusan personel Polresta.

Ia mengaku sangat bangga karena selama menjabat Kapolresta hampir 2 tahun empat bulan, mulai dari awal sampai akhir pelaksanaan tugasnya, semuanya dapat berjalan dengan lancar. “Memang banyak krikil-krikil dan hambatan tapi bisa dilalui bersama. Berkat kegigihan dan kekompakan rekan-rekan semuanya, baik mulai Waka Polresta, Kabag, Kasat, Kapolsek, seluruh perwira dan anggota, semuanya dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Hadi yang saat ini menjabat Direktur Polair Polda Bali ini.

Kegiatan tersebut diantaranya eksekusi tanah di Serangan dan ada satu korban yaitu anggota Brimob tetapi lukanya tidak terlalu berat dan sekarang sudah sehat. Ia menyampaian, kasus ini sejak beberapa tahun belum bisa diselesaikan. “Berkat rekan-rekan (anggota Polresta-red) akhirnya bisa diselesiakan dengan baik. Kemudian kasus kanal juga selesai dengan baik,” tegasnya.

Baca juga:  Ratusan Polisi Bersihkan Sampah di Hutan Mangrove

Kasus menonjol termasuk premanisme dan narkoba, sesuai arahan Kapolda, semua ditindak sehingga dapat apresiasi.

“Tadi pagi, Bapak Kapolda meresmikan monumen (patung) berkaitan dengan penumpasan preman dan narkoba. Mudahan-mudahan ini menandakan masyarakat Bali tidak takut dengan preman. Masyarakat saja tidak takut apalagi kepolisian. Mudahan ke depan Bali sangat kondusif,” ujarnya.

Sedangkan Kapolresta AKBP Ruddi Setiawan menyampaikan, dirinya sangat bangga bisa tugas di Bali. Apalagi istrinya dari Tabanan. “Berkat doa rekan-rekan saya bisa ditugaskan di sini (Polresta-red). Saya sangat senang dan bangga sekali,” ujarnya.

Ia berharap pengabdian yang selama ini diberikan kepada Kombes Hadi, juga sama kepada dirinya. Selain itu, mantan Kapoles Badung ini mengatakan pintu ruanganya selalu terbuka dan siap diajak diskusi. “Saya menganggap rekan-rekan ini bukan sebagai anggota tapi saudara,” kata mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini.

“Saya ingatkan tolong sayangi istri kita, sayangi orangtua kita. Saya akan memonitor jangan sampai ada yang bermasalah dengan istri. Dalam keluarga kita harus rukun,” pintanya. (kerta negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.