AMLAPURA, BALIPOST.com – Pesisir Pantai Ujung, Kecamatan Karangasem, kini nampak semakin tertata. Ada satu rest area baru yang menambah kesan asri tempat itu. Dinas Pariwisata Karangasem menambah satu rest area di tempat ini, untuk menambah kesan asri Pantai Ujung.

Selain itu, rest area ini juga untuk mendukung daya parkir Taman Soekasada Ujung, yang kerap overload saat puncak liburan, seperti saat Galungan dan Kuningan maupun liburan sekolah.

Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Karangasem, Wayan Wendra Ariawan, ditemui di lokasi setempat, Rabu (24/10), mengatakan rest area itu dibangun memang bertujuan untuk mempercantik Pantai Ujung yang kerap ramai dengan aktivitas umat saat melasti atau saat piodalan di Pura Lingga Yoni. Tempat tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 610 juta, yang bersumber dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus).
“Lahannya sudah disertifikatkan atas nama pemerintah daerah. Disana juga sudah kami lengkapi dengan gazebo-gazebo dan toilet umum,” katanya.

Di tempat ini, menurutnya, juga sebagai titik poin dari KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) di Karangasem. Sehingga, diperlukan penataan secara bertahap.

Rest area ini nampak cukup bermanfaat, terlihat saat puncak karya di Pura Segara Lingga Yoni, Rabu, sejak pagi hingga siang mampu memuat seluruh kendaraan warga. Sehingga arus lalu lintas di sekitarnya tak terganggu.

Ketika ada acara tertentu atau event besar di Taman Soekasada Ujung, areal ini juga menjadi parkir alternatif. “Rencananya areal rest area ini kita perpanjang lagi pada bagian arah baratnya. Karena ini tanah timbul, sebagai bagian dari upaya penataan wilayah sekitar,” tegasnya.

Baca juga:  Kemenhub Respons Serius "Air Connectivity" Kemenpar

Wendra menambahkan, penambahan rest area, juga sudah direncanakan di sejumlah tempat umum lainnya. Seperti di sekitar Tulamben, Amed, Candidasa hingga Yeh Malet. Sehingga, penataan wilayah objek wisata prioritas di Karangasem dapat menambah nilai jual daya tarik Wisata Karangasem, selain sebagai daya dukung fasilitas umum.

Mengenai manajemen pengelolaannya, dikatakan saat ini masih menjadi tanggung jawab pemda. Sebab, keberadaan toilet dan fasilitas lainnya, harus ada yang mengelola agar tetap layak dimanfaatkan.

Sementara, Bendesa Ujung Hyang, I Gusti Bagus Suteja, berharap desa adat dapat dilibatkan dalam pengelolaan rest area tersebut. Baik untuk pengelolaan parkir maupun menjaga kebersihan dan keasriannya. Dia sendiri mengaku kaget, padahal ide membuat rest area itu sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, yang dirancang pengelolaannya di bawah desa adat, karena sepanjang tepi sungai itu, adalah tanah timbul.

Tetapi, setahun terakhir proyek itu mulai kebut, sehingga dia mengaku tak banyak tahu, karena sejak awal tak pernah dilibatkan. “Kami berharap disana bisa dilibatkan. Sebab, areal parkir ini di luar satu kesatuan dari Taman Ujung yang secara mandiri sudah dikelola badan pengelola,” tegasnya.

Atas harapan itu, Wendra meminta agar pihak desa adat bisa mengajukan permohonan, agar bisa dipertimbangan dan diproses lebih lanjut. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.