
BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli hanya mengandalkan media sosial dan para duta wisata Jegeg Bagus untuk mempromosikan destinasi wisata di Bangli. Pasalnya anggaran promosi yang tersedia tahun ini sangat terbatas.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Dirgayusa menyebutkan anggaran promosi yang dialokasikan tahun ini hanya Rp 25 juta.
Diakuinya anggaran yang tersedia itu minim. Anggaran yang terbatas tersebut digunakan untuk mengikuti kegiatan pameran di Nusa Dua.
Dengan dana yang terbatas, Disparbud Bangli tetap berupaya mempromosikan destinasi wisata yang dimiliki Bangli. Strategi yang dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. “Saat ini, kami hanya bisa masuk melalui media sosial saja,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga mengoptimalkan peran Jegeg Bagus Bangli selaku duta wisata. Dirgayusa mengatakan pihaknya telah memberikan arahan kepada Jegeg Bagus Bangli untuk melakukan promosi dengan membuat semacam storytelling yang menarik tentang potensi wisata Bangli. Konten-konten ini diharapkan mampu menggaet wisatawan domestik muda datang ke Bangli.
Sebagaimana yang diketahui di tahun ini, Pemkab Bangli menargetkan pendapatan Rp 58,8 miliar dari retribusi di lima daya tarik wisata (DTW). Hingga triwulan II, Disparbud baru mampu merealisasikan Rp 21.822.024.000 atau 37,11 persen. Pendapatan terbesar dari DTW Penglipuran Rp 13.388.629.000, disusul DTW Kintamani Rp 8.033.305.000. Sementara itu DTW Kehen menyumbang Rp 354.435.000, DTW Terunyan Rp 35.150.000, dan DTW Penulisan tercatat menghasilkan paling sedikit di angka Rp 10.505.000. (Dayu Swasrina/balipost)