Petugas PKP didampingi kepolisian sedang mengambil sampel anak sapi yang mati misterius di Desa Langgahan. (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Kematian misterius anak sapi di Bangli telah keluar hasil uji labnya. Uji ini dilakukan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli terhadap sampel sejumlah bagian tubuh anak sapi yang mati misterius di Desa Langgahan dan Desa Belancan Kintamani.

Sesuai hasil uji lab, dipastikan penyebab kematian beberapa ekor anak sapi di desa tersebut bukan disebabkan oleh penyakit. Kabid Kesehatan Hewan Dinas PKP Kabupaten Bangli mengatakan sampel bagian tubuh anak sapi yang diuji lab berupa otak, darah dan organ dalam. Berdasarkan hasil uji lab tersebut, pihaknya menyimpulkan kematian anak sapi milik warga secara misterius itu tidak disebabkan karena penyakit. “Tidak ada mengarah ke penyakit tertentu,” ujarnya.

Namun demikian pihaknya tidak bisa memastikan apa penyebab kematian beberapa ekor anak sapi tersebut. Untuk mengantisipasi adanya kejadian susulan, Dinas PKP kata Rahayu kini telah mengimbau para peternak di wilayah desa setempat untuk meningkatkan pengawasan, salah satunya dengan mengandangkan sapi-sapi mereka dekat rumah. “Kami sudah sarankan pemilik sapi untuk mengkandangkannya sapi-sapinya dekat rumah agar lebih intensif pengawasannya. Selama ini sapi kan cenderung tidak dikandangkan,” kata Sri Rahayu.

Terpisah Kapolsek Kintamani, Kompol I Putu Gunawan mengungkapkan ada informasi baru yang didapatnya terkait kasus kematian sejumlah anak sapi di dua desa tersebut. Berdasarkan keterangan warga yang sempat berburu di Langgahan, diketahui bahwa ada hewan hitam sejenis kucing dengan tubuh lebih besar daripada anjing.

Baca juga:  Polisi Janji Segera Ungkap Dugaan Penculikan Anak

Diduga hewan itulah yang memangsa sapi-sapi tersebut. “Tidak hanya satu orang yang melihat hewan itu, tapi dua orang lainnya yang saat itu juga ikut berburu. Berdasarkan keterangan ini, kemungkinan besar apa yang terjadi pada anak sapi di Desa Langgahan, karena dimangsa hewan itu. Tapi belum bisa kami pastikan apakah macan kumbang atau hewan lain, karena belum ada bukti,” kata Gunawan.

Untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa, pihaknya selama ini telah melakukan imbauan ke masyarakat. Sejumlah warga di Desa Langgahan juga telah memasang CCTV dan perangkap berupa jarring untuk mengetahui hewan pemangsa anak sapi milik warga.

Sebagaimana yang diketahui beberapa minggu lalu, sejumlah anak sapi milik warga di Desa Langgahan ditemukan mati satu per satu secara misterius dengan kondisi hampir sama yakni organ dalam hilang. Kejadian serupa juga terjadi di Desa Belancan. Sampai saat ini total ada 6 kejadian anak sapi mati misterius. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.