Gunung Agung. (BP/dok)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Aktivitas Gunung Agung saat ini mulai memasuki fase turun. Sejak hampir dua bulan Gunung Agung tertinggi di Bali itu tak pernah lagi mengalami erupsi.

Kendati demikian, kondisi Gunung Agung masih belum sepenuhnya stabil. Hal itu diungkapkan Kepala Sub – Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api di Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kamil Syahbana, Minggu (21/10).

Devy mengungkapkan, walaupun Gunung Agung saat ini berada pada fase menurun, tetapi potensi letusan masih tetap ada. Saat ini jumlah kegempaan mengalami penurunan tetapi aktivitas di dalam perut Gunung Agung masih naik turun, alias belum sepenuhnya stabil. “Potensi letusan kecil masih ada. Kalau letusan besar, kecil kemungkinan. Dampaknya sekitar radius 4 kilometer dari puncak Gunung Agung,” ucapnya.

Dia menambahkan, jika sampai saat ini Gunung Agung masih mengeluarkan hembusan dan gempa  tektonik serta vulkanik. Artinya dalam gunung masih ada aliran fluida dengan laju rendah.

Baca juga:  Dua Persoalan Ini Jadi Keluhan Utama Wisatawan Tiongkok

Dinamika magma sekitar perut Gunung  Agung masih ada sampai saat ini. Jelas dia, jumlah magma di perut Gunung Agung di bawah 1 juta meter kubik. Sedangkan jumlah lava di permukaan mencapai 25 juta meter kubik.

Secara umum deformasi alami penurunan beberapa tiltmeter sejak Agustus 2018. “PVMBG belum bisa turunkan status Gunung Agung walau berada pada fase turun. Kita akan terus amati kondisi Gunung. Seandainya kondisi sudah normal,  statusnya pasti diturunkan. Sekarang kondisi Gunung  belum stabil. Masih naik turun. Karena gunung sering beristirahat panjang. Dan itu beberapa kali terjadi. Seperti pada Maret, April, dan Mei Gunung tenang. Tapi, tiba-tiba terjadi erupsi strombolian di akhir Juli.  Makanya kita menunggu aktivitas kembali normal (stabil),” tambah Devy Kamil Syahbana. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.