Sudah menjadi tradisi perbaikan jalan di Denpasar tambal sulam. Ini disebabkan infrastruktur jalan di kota ini memang klasik, pipa PDAM, kabel PLN, hingga pipa ESDP menjadi satu ada di tubuh jalan. Kita masih merasakan jalan yang di bawahnya ada pipa PDAM, terasa lebih menonjol dan tak merata.

Kualitas pengaspalan jalan juga beda jauh dengan sebelumnya. Di sejumlah jalan di Denpasar kini dilakukan perbaikan tambal sulam. Termasuk perbaikan trotoar yang tak kunjung selesai.

Lihat saja di Jl. Noja Denpasar, perbaikan trotoarnya agak amburadul. Satu sisi jalan saja ada yang tuntas ada yang mangkrak. Belum finishing sudah membongkar trotoar yang di seberang jalan.

Baca juga:  Dua SD di Buleleng Terdampak Bencana, Kerusakan Capai Ratusan Juta Rupiah

Ini tak dipikirkan kroditnya lalu lintas. Belum lagi tak adanya pengaman proyek yang membiarkan got terbuka lebar, jelas membahayakan pemakai jalan.

Kondisi ini beda jauh dengan jalan-jalan di Gianyar yang dengan sepenuh hati semua perbaikan jalan dihotmix. Perbaikan trotoarnya juga lebih rapi. Ayo Denpasar perlu belajar dari daerah lainnya.

Nang Eca
Denpasar

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.