JAKARTA, BALIPOST.com – Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Budi Setiawan mengatakan hoaks atau berita bohong masih menjadi ancaman serius dalam Pemilu tahun depan. Hingga saat ini, ia mencatat ada ribuan hoaks dan berita bohong di media sosial. “Yang krusial jumlahnya 3.500 (konten hoaks, red),” sebutnya.

Polisi, sebutnya sudah melakukan sosialisasi terkait hal ini. Ia mengatakan penegakan hukum adalah langkah terakhir aparat dalam rangka memerangi kejahatan siber hoax dan hatespeech. Dia menerangkan Polri memiliki tahapan dalam hal tersebut. “Terkait penindakan, sebenarnya kami itu kalau penindakan itu (langkah) terakhir. Kalau kami itu mengingatkan. Ada tahap-tahap, tindakannya itu kami melakukan patroli siber. Ada (konten negatif) yang level berbahayanya biasa, menengah dan memang berbahaya,” tuturnya.

Untuk level hoax dengan potensi bahaya biasa atau menengah, Polri melakukan kontranarasi. “Kami tahapnya patroli siber untuk melakukan penangkalan, memberikan stempel hoax di akun media sosial resmi kita, kita sebarkan viralkan lagi kalau itu hoax, terus memberikan penjelasan bahwa itu adalah hoax dan yang benar adalah ini,” jelasnya.

Baca juga:  Berikut, Nomor Urut 14 Parpol Peserta Pemilu 2019

Menanggapi maraknya konten hoaks menjelang masa kampanye Pilpres 2019, anggota Timses Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga, menerangkan pemilu sebagai pesta demokrasi harus disikapi dengan kegembiraan. “Sejak awal, kami lihat pemilu ini pesta demokrasi. Pesta ya happy, bukan ribut-ribut, suasana kebahagiaan, pesta rakyat. Biarkan ini menjadi kebahagiaan mereka, ungkapan menyampaikan pendapat siapa pemimpinnya. Jangan jadikan pesta sesuatu yang menakutkan,” ujar Arya.

Menurut Arya, sikap elite politik menjadi acuan masyarakat untuk mewujudkan atmosfer kegembiraan pada masa pemilu. Dia yakin jika elite politik mempertontonkan hal-hal yang positif, pendukung di tingkat akar rumput akan menirunya. (kmb/balitv)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.