Balutan seni dan budaya Bali, Banjar Tainsiat yang berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar kembali menggelar peringatan Puputan Badung Ke-112 Tahun 2018. (BP/ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hari Puputan Badung yang diperingati setiap 20 September menjadi sebuah momentum perjuangan masyarakat Denpasar. Dikemas dalam balutan seni dan budaya Bali, Banjar Tainsiat yang berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar kembali menggelar peringatan Puputan Badung Ke-112 Tahun 2018. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 20-21 September.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Gusti Bagus Mataram mengatakan pembukaan Mahabandana Prasada merupakan kegiatan peringatan Puputan Badung yang dikemas apik dalam Festival Puputan Badung sangat ideal mengambil tempat di Catus Pata Banjar Tainsiat. Hal ini lantaran kawasan tersebut pernah terjadi peristiwa heroik Puputan Badung dengan tokoh sentral I Gusti Ngurah Made Agung yang kini sebagai Pahlawan Nasional.

“Bukti sejarah, dan semangat perjuangan tentu harus kita maknai sebagai momentum untuk membangun semangat dalam membangun Kota Denpasar secara berkesinambungan dengan melibatkan sektor terbawah seperti halnya krama banjar,” ujar Mataram, Kamis (20/9).

Festival ini dibuka wali kota Denpasar I.B.Rai Dharmawijaya Mantra yang ditandai dengan pemukulan kendang. Mataram menambahkan, kegiatan kreatif yang digagas oleh Banjar Tainsiat bersama ST. Yowana Saka Bhuwana ini sejalan dengan visi misi Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara memberikan pemaknaan semangat heroik Puputan Badung dengan gelaran kegiatan budaya. “Dari semangat Puputan Badung ini dapat menjadi ajang pelestarian seni dan budaya Bali di Kota Denpasar,” paparnya.

Baca juga:  11.098 Bidang Tanah di Denpasar Belum Bersertifikat

Sementara Ketua Panitia I Putu Suyatna mengatakan pelaksanaan Peringatan Puputan Badung kembali digelar Banjar Tasinsiat yang tahun ini memasuki tahun ke-5. Sinergitas di berbagai lini, mulai dari Pemkot Denpasar, Desa Dangin Puri Kaja dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk memaknai semangat heroik Perang Puputan Badung. Sajian kegiatan budaya Peringatan Puputan Badung tahun ini dilaksankan selama dua hari dari tanggal 20-21 September mendatang. Kegiatan meliputi gelaran stand produk UMKM lokal, beragam lomba seni, budaya dan kearifan lokal yang juga dimeriahkan penampilan Wayang Cengblonk.

“Kami mengucapkan terimaksih kepada Pemkot Denpasar yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini serta menjadikan Peringatan Puputan Badung di Banjar Tainsiat kalender event Denpasar, ujarnya.  (asmaraputera/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.