I Wayan Paramarta saat menunjukkan piagam dan medali emas yang diraihnya dalam evet Fespik Games V di Nagoya Jepang. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Perhatian pemerintah terhadap mantan-mantan atlet Indonesia yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah International masih banyak yang belum mendapatkan perhatian istimewa dari pemerintah. Hal itu terjadi pada mantan atlet prnyandang disabilitas Indonesia asal Lingkungan Batanha I, Amlapura, I Wayan Paramarta yang sukses mengibarkan bendera Indonesia di kancah International karena sukses menyabet medali emas Nagoya, Jepang di cabang olahraga (cabor) bulutangkis.

Kendati mampu menorehkan prestasi gemilang untuk negara, akan tetapi perhatian pemerintah masih sangat minim. Bahkan saat ini tidak ada perhatian yang istimewa terhadap patriot olahraga ini.

I Wayan Paramarta saat di wawancarai di kediamannya, Jumat (24/8), menuturkan, kalau dirinya sukses mendulang medali emas dalam ajang Fespik Games V di Nagoya Jepang tahun 1989 silam di cabor bulutangkis.

Hanya saja, kendati mampu mengharumkan nama indonesia di ajang International, akan tetapi perhatian pemerintah atau presiden kala itu memang sangat kurang dan belum seperti sekarang ini. Dimana, kala itu, perhatian atlet ketika meraih medali emas tidak seitimewa sekarang ini.

Sementara sekarang ini jika ada atlet yang mempu meraih medali emas di ajang international mulai diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan bonus yang diberikan tidak main-main sampai miliaran rupiah. Seperti halnya atlet yang berlaga sekarang ini di Asian Games sekarang ini. Bagi atlet yang sukses mendulang mendali emas digelontorkan bonus hingga miliaran rupiah. “Kalau dulu perhatian pemerintah sangat minim. Kala itu saya hanya mendapatkan uang 1 juta saja. Setelah itu tidak ada lagi perhatian dari pemerintah sampai sekarang ini,”ucapnya.

Baca juga:  Kadin Dorong Ekspor Produk UMKM ke LN

Paramarta menambahkan, pihaknya sangat berharap kepada pemerintah pusat, Provinsi maupun daerah bisa selalu senantiasa memberikan perhatian kepada atlet khususnya bagi atlet yang sukses meraih medali emas di ajang Internatinal. Jangan sampai para patriot olahraga yang mampu mengharumkan Indonesia ini diabaikan begitu saja.

“Banyak mantan-mantan atlet Indonesia yang sukses meraih medali emas tidak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Dan saya sangat berharap mantan-mantan atlet yang sukses meraih emas di level International bisa lebih diperhatikan lagi. Jangan hanya di perhatikan saat meraih medali emas saja. Tapi setelah itu mereka tidak diabaikan begitu saja,”harap Paramarta.

Dia menjelaskan, setelah sukses merebut medali emas di Jepang, sejatinya dirinya memang sempat kembali di tunjuk untuk kembali memgikuti kejuaraan tingkat International di Bejing, Jepang. Hanya saja, kala itu dirinya menolak untuk mengikuti kejuaraan itu. “Saya menolak itu. Alasan saya menolak ikut kejuaraan itu karena tidak adanya perhatian dari pemerintah,” kenangnya.

Dia menjelaskan, saat ini dirinya membuka usaha sebagai jasa servis jam tangan. Kata dia, usaha ini dilakukan sudah sejak lama. Kata dia, dalam seharinya  ada saja warga yang melakukan perbaikan jam di tempat usahanya. “Jasa perbaiki jam sudah puluhan tahun. Penghasilan tidak menentu. Palingan cukup untuk makan saja,”terangnya sembari menyatalan kalau sampai saat ini dirinya masih aktif latihan bermain bulutangkis. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.