TABANAN, BALIPOST.com – Upacara nyiramang layon almarhum , IB Raka Wiryanatha digelar di Taman Gria Taman Sari Desa Perean Tengah Baturiti, Sabtu (21/7). Upacara ini merupakan rangkaian awal upacara sebelum puncak palebon yang digelar Senin (30/7).

Upacara nyiramang layon diikuti seluruh kerabat almarhum. Usai upacara nyiraman layon ini, prosesi acara akan dilanjutkan upacara Nancep Salon pada Minggu (22/7) berlanjut upacara upacara Saji Tarpana yang merupakan upacara yang dilaksanakan saat bertemu hari Purnama yaitu pada Jumat (27/7).

Rangkaian acara berlanjut pada Minggu (29/7) yang dimulai dari mesesalin, munggah tumpang salu, nunas toya ning, melaspas kajang, pengaskaran, pemerasan dan nunas toya pengembang. Upacara palebon yang berlangsung Senin (30/7) merupakan upacara palebon tingkat utama ngewangun sawa preteka.

Jenazah almarhum akan diantarkan dengan lembu berserta wadah ke setra Desa Pekraman Selat yang berjarak sekitar satu kilometer dari Gria Taman Sari. Usai upacara plebon acara berlanjut dengan Ngerorasin dan Mecaru pada Selasa (31/7) dan pada Rabu (1/8) dilanjutkan dengan Ngangget Don Bingin, Ngajum Sekah dan Ngekeb.

IB Raka Wiryanatha tutup usia di umur 70 tahun. Sebelum meninggal dunia, Tuaji Raka panggilan akrabnya pada pukul 04.15 Wita sempat dibawa ke RSUD Mangusada karena mengeluh sesak nafas dengan tensi yang tinggi, namun sesampainya di rumah sakit setelah dilakukan pengecekan oleh dokter, Tuaji Raka dinyatakan sudah meninggal, Rabu (18/7).

Baca juga:  Gunung Agung Kembali Semburkan Asap, Tak Ganggu Aktivitas Upacara

IB. Raka Wiryanatha semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh, sekaligus pelaku usaha di bidang pertanian. Salah satunya, dalam upaya mengangkat nasib petani vanili Bali melalui produksi dan kualitas vanili lokal untuk bisa menembus pasar ekspor yang dirintis pada 1981.

Dari upaya tersebut, pada 1984 akhirnya Tuaji Raka yang menjabat sebagai Presdir PT. Bayu Jaya Kusuma berhasil melakukan ekspor perdana untuk vanili lokal Bali.

Menurut sang istri, Ida Ayu Suartini, belakangan terkait pertanian, IB., Raka Wiryanatha bahkan membuat pasar tradisional “Gria Taman Sari Sanggulan Tabanan.” Tujuannya untuk membantu petani agar bisa memasarkan produknya langsung ke konsumen, sekaligus bisa memutus rantai pemasaran produk pertanian yang cukup panjang.

IB Raka Wiryanatha dari pernikahannya dengan Ida Ayu Suartini dikaruniai dua buah hati, IB Bayu Adi Natha (45), dan Ida Ayu Heny Pujiastuti (37). Dari dua buah hatinya dikaruniai enam orang cucu. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.