Rumah warga Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Ni Nyoman Sandat dibanjiri pasir yang dibawa ombak. Itu dipantau Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Ombak besar di kawasan pesisir Kabupaten Klungkung terjadi beberapa hari terakhir. Itu menerjang rumah warga di Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Ni Nyoman Sandat. Beruntung tak hanya kerusakan. Hanya dibanjiri pasir hingga ke tengah kamarnya.

Janda dua anak berusia 80 tahun ini, Jumat (20/7) menuturkan ombak besar telah terjadi sejak tiga hari lalu. Saat itu, sekitar pukul 21.00 Wita menerjang rumahnya berukuran 4×6 meter yang jaraknya sekitar 15 meter dari bibir pantai. Halaman dan kamarnya dikepung pasir. Perlengkaan tidurnya, seperti kasur turut terhempas. “Rumah memang tidak ada rusak. Tetapi pasir masuk,” tuturnya.

Fenomena alam tersebut membuatnya was-was dan harus berlari dalam suasana gelap menuju rumah iparnya yang berjarak sekitar 500 meter. Saat tu juga ia harus menerobos kebun kangkung milik warga. “Khawatir terjangan semakin keras,” ucapnya.

Di rumah itu, ia tinggal bersama seorang anaknya, Dewa Ayu Putri (34) yang mengalami keterbelakangan mental. Kerabatnya, Dewa Nyoman Sayang Ardana, berencana membuatkan rumah di tempat yang lebih aman. “Supaya aman, rencananya dipindahkan,” ungkapnya.

Baca juga:  Aktivitas Penyeberangan Tradisional Kusamba Terganggu Ombak Besar

Kejadian yang menimpanya itu di respon Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta. Yang bersangkutan langsung diberikan bantuan sembako untuk bekal beberapa hari kedepan. “BPBD juga telah diminta untuk membantu membersihkan pasirnya. Kami juga mengimbau masyarakat lain untuk waspada. Kalau merasa tidak aman, mohon pindah dulu,” ungkapnya.

Ombak tersebut juga menerjang lahan petani garam. Sebagai imbasnya, produksi menjadi tersendat. Di beberapa titik juga ada yang tergerus sehingga menyepit. Petani pun tak bisa berbuat apa menyikapi itu. Aktivitas penyeberangan menuju kepulauan Nusa Penida dari Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba juga masih ditutup. Ini berlangsung sejak dua hari lalu. “Untuk pelabuhan masih ditutup. Beroperasinya menyesuaikan dengan perkembangan situasi,” ungkap pengawas I Made Suardika. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.