Petani sedang memanen beras merah di Tabanan. (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Beras merah cendana, produksi beras khas Tabanan rupa-rupanya dilirik negara luar, dalam hal ini Amerika Serikat. Kandungan gizi dan rendah gula dalam beras merah cendana menyebabkan negara Paman Sam ini melakukan ekspor sebanyak 10 ton langsung dari Tabanan.

Kepala Bidang Pengembangan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan, Wayan Suandra, Selasa (10/7) mengatakan salah satu usaha penggilingan padi di Banjar Piling Desa Mengesta mendapatkan tawaran ekspor beras merah cendana ke Amerika. Permintaan awal sebenarnya 15 ton dan kontinyu setiap bulannya.

Namun karena produksi dan stok terbatas kata Suandra pihak penggilingan hanya mampu memenuhi dan mengirim 10 ton beras merah cendana. Keterbatasan pemenuhan eskpor ini karena melihat mutu yang harus dijaga dan juga pengumpulan produksi padi beras merah cendana dari subak masih terbatas yaitu baru di Desa Mengesta dan sebagian Desa Jatiluwih.

Untuk bisa memenuhi permintaan ini sehingga bisa kontinyu setiap bulan adalah dengan mendorong daerah di Tabanan yang memiliki potensi penanaman beras merah untuk menanam beras jenis ini. Adapun daerah yang berpotensi adalah Baturiti dan Pupuan. “Kami dari Dinas Pertanian siap memberikan pembinaan,” ujarnya.

Dengan semakin banyaknya subak yang menanam dan menghasilkan beras merah cendana dipercaya Suandra akan mampu memenuhi permintaan eskpor ke Amerika setiap bulannya. “Sekarang karena jumlah produktivitas terbatas, permintaan kontinyu setiap bulan masih belum bisa dipenuhi,” ujarnya.

Perusahaan penggilingan padi yang mengekspor beras merah cendana ini adalah UD Karya Sejahtera. Pemilik UD Karya Sejahtera, Wayan Sukaarta mengatakan saat ini pihaknya sedang menyiapkan permintaan ekspor beras merah cendana tahap ke dua. Rencananya akan dikirim pada bulan Agustus mendatang. “Permintaan tetap 15 ton. Semoga bisa terpenuhi,” ujarnya.

Baca juga:  Bebas Murni, Kepulangan Corby ke Australia Dikawal Ekstra Ketat

Mengenai pemenuhan permintaan ekspor setiap bulan diakui Sukaarta belum bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan selain produksi beras merah cendana yang dikumpulkan dari petani belum bisa memenuhi secara kontinyu, proses pengepakan produk juga membutuhkan waktu. Kata
Sukaarta, pihaknya mengekspor beras merah cendana berupa kemasan 10 kilogram dalam bentuk beras dan juga tepung.

Untuk memenuhi permintaan ekspor saat ini, lanjut Sukaarta pihaknya membeli beras merah cendana milik petani dalam bentuk padi seharga Rp 700 ribu per kuintal. ”Kita belinya dalam bentuk padi belum diproses sama sekali.” ujar Sukaarta.

Nantinya padi dari petani ini akan dijemur atau dikeringkan dan kemudian diolah menjadi beras maupun tepung oleh penggilingan UD Karya Sejahtera sebelum akhirnya dikemas dan dikirim ke Amerika. Sukaarta melanjutkan pemenuhan ekspor setiap bulan bisa terealisasi apabila semakin banyak petani di Tabanan menanam beras merah cendana.

Karenanya ia berharap pemerintah semakin mendorong petani untuk menanam beras merah cendana terutama penamanan dengan teknik organik. “Sebab pasar sudah ada. Keuntungan juga lebih banyak dengan menanam beras merah terutama yang organik,” paparnya. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.