Sejumlah siswa mendaftar PPDB SMA/SMK lewat jalur prestasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK negeri di Bali mestinya bersamaan dengan pengumuman PPDB SMP negeri di Denpasar, Rabu (4/6). Namun, karena adanya permintaan DPRD Bali untuk menambah kuota per kelas, pengumuman jalur zonasi SMA dan SMKN pun terjadi tarik–ulur.

Hingga siang, portal PPDB Online Disdik Bali macet alias tak bisa diakes. Hal ini menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat yang ingin melihat hasil perankingan anaknya di sekolah negeri.

Ternyata, hingga siang anggota DPRD Bali masih menggelar rapat dengan Disdik membahas soal penambahan 4 siswa per kelas. Alasannya untuk membantu masyarakat misksin. Akibatnya para kepala sekolah tak berani memasang hasl seleksi di papan sekolah.

Baca juga:  12 Tahun Lagi, Bali Diprediksi akan Kekurangan Naker

Sekretaris Disdik Bali, Metty Utami,M.Si., ketika dikonfirmasi membenarkan adanya desakan pihak DPRD Bali untuk menambah 4 siswa tiap kelas di SMA negeri. Apa hasilnya pembahasan ini barulah akan menjadi keputusan tetap.

Bagi dia, tak mempermasalahkan hal itu asalkan jelas payung hukumnya dan tak melanggar Permendikbud. Namun dia khawatir jika ini dilonggarkan kasusnya akan sama dengan tahun lalu. Siswa sekolah swasta tertarik ke negeri. “Kami sedang membahas itu dengan DPRD. Hasil PPDB baru diumumkan sore hari,” ujarnya seraya mengatakan pihak DPRD sebenarnya sudah diajak mulai membahas juknis PPDB. (Sueca/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.