Balai piyasan di pura sang hyang aya Pantai Pabean, yang roboh beberapa hari lalu. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pura Sang Hyang Aya yang berada di kawasan pesisir Pantai Banjar Pabean, Desa Ketewel kini sudah hampir rata dengan tanah. Hal ini terjadi akibat gempuran abrasi yang semakin keras menghantam pura tersebut. Hal ini diungkapkan Kelian Banjar Pabean, Made Pranca, S.E. Minggu (24/6).

Dikatakan memasuki musim hujan ini juga ikut membuat besarnya ombak di aseputaran Pantai Ketewel. Kondisi ini pula yang terus memicu gerusan abrasi dikawasan pesisir. “ Mungkin ini memang sasihnya karo, sehingga memang ombaknya besar, abrasi pun semakin ganas,“ ucap Made Pranca.

Ia mengatakan kondisi ini paling terlihat dari bertambahnya kerusakan bangunan pada bekas Pura Sang Hyang Aya. Sekitar dua hari lalu pihaknya mendapati balai piyasan pada pura tersebut sudah roboh. “ Awalnya warga yang melapor ke saya, dan setelah saya cek ternyata benar, balai piyasan sudah roboh,“ katanya.

Tidak hanya balai piyasan sejumlah pelinggih pada pura tersebut juga sudha roboh. Menurut Made Pranca kini hanya tertinggal satu pelinggih di pura tersebut. “Meski demikian memang sudha tidak ada yang sembahyang di pura ini, krena kondisi tidak memungkinkan, pratima di pura ini pun sudah dipindah sejak lama, “ katanya.

Baca juga:  Bupati Minta Pembangunan Wantilan Pura Watu Klotok Tak Asal-asalan

Made Pranca mengungkapkan yang saat ini menjadi persoalan ialah gempuran abrasi yang mengancam areal pertanian milik warga setempat. Bila hal ini terjadi aka nada hektaran sisa lahan pertanian milik warga setempat tertelan abrasi. “ Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlama, makanya kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah, untuk membangun penahan ombak, “ katanya.

Made Pranca pun mengaku sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan ke Balai Wilayah Sungai Bali Panida, namun hingga kini belum mendapat respon. “ Selasa kemarin kami kembali menghadap ke Kantor Balai itu, dengan diantar Ketua Komisi IV DPRD Bali bapak Nyoman Parta, mudah-mudahan segera ada tindak lanjut, “ pintanya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta mengaku masih berupaya menindak lanjuti terkait Pantai Pabean yang belum memiliki senderan penahan ombak. “ Akan segera ditindak lanjuti, karena ini sifatnya urgen, “ ucapnya.

Politisi PDIP ini pun sudah berkordinasi dengan Dinas PU Provinsi Bali untuk segera membangun senderan di bibir Pantai Pabean. “Saya sudah kordinasi dengan Dinas PU, informasinya pembangunan baru bisa dilakukan pada 2019, selain itu pembangunan senderan seperti ini kewenangan pusat, “ ucapnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.