Rumah- Bangunan rumah milik I Made Badra di Desa Jungutan, Bebandem hancur setelah tertimpa pohon tumbang, Kamis (6/11). (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pohon tumbang jenis kelapa menimpa bangunan rumah milik, I Made Badra yang berlokasi di Banjar Dinas Yeh Bunga, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem hingga mengalami rusak berat, pada Kamis (6/11). Pohon tersebut tumbang diduga akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

Perbekel Desa Jungutan, I Wayan Wastika, mengungkapkan, pohon kelapa dengan panjang 12 meter tersebut menghantam bagian atap rumah hingga menyebabkan kerusakan yang sangat parah.

Baca juga:  SIM Keliling di Bali 3 September 2025, Cek Lokasinya

“Untung saja pas kejadian seluruh pemilik rumah sedang tidak ada di dalam rumah. Kebetulan saat kejadian pemilik rumah kebetulan berada di Pura karena sedang ada odalan, jadi rumah dalam keadaan kosong tanpa penghuni,” ucapnya.

Wastika mengatakan, akibat kejadian tersebut, untuk sementara rumah tidak bisa ditepati karena seluruh atapnya hancur. Kemungkinan seluruh anggota keluarga yang berjumlah empat orang akan tidur di sekenam atau dapur, sembari menunggu proses perbaikan selesai dilakukan. “Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” katanya.

Baca juga:  Jatuh dari Pohon Kelapa, Kari Tewas

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan bahwa akibat angin kencang yang melanda wilayah di Karangasem, mengakibatkan terjadinya beberapa pohon tumbang. Selain menimpa rumah juga ada yang menimpa akses jalan.

“Untuk pohon tumbang yang menimpa rumah di wilayah Jungutan, untuk penanganan sudah selesai dilakukan dan kami juga akan memberikan bantuan secara langsung untuk kebutuhan pemilik rumah seperti matras, terpal, sembako dan yang lainnya,” kata Arimbawa.

Baca juga:  Puting Beliung Terjang Mendoyo, Atap Rumah Sejumlah Warga di Delod Berawah dan Penyaringan Rusak

Arimbawa mengatakan, sejak pagi angin berhembus cukup kencang di beberapa wilayah. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menghindari lokasi yang rawan terjadi pohon tumbang. Terutama rumah warga yang disekelilingnya banyak pohon besar dan sudah tua. (Eka Parananda/balipost

 

BAGIKAN