Perbaikan ruang kelas pascatertimpa pohon kelapa di SDN 1 Tunjuk.(BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Tabanan menyebabkan sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa bangunan ruang kelas di SD Negeri 1 Tunjuk, Banjar Tunjuk Jangkahan, Desa Tunjuk, Sabtu (24/1). Meski sejumlah ruang mengalami kerusakan, proses belajar mengajar di sekolah tersebut dipastikan tetap berjalan.

Dari pantauan, Senin (26/1) proses belajar mengajar di sekolah tersebut masih berjalan seperti biasa. Tampak sejumlah pekerja juga melakukan perbaikan atap ruang yang tertimpa pohon kelapa pada Sabtu malam. Para siswa kelas IV yang biasanya belajar diruang tersebut sementara dipindah ke ruang baca.

Baca juga:  9 Keuntungan Lari Pagi, Langsung Terasa Sejak Pertama Kali Coba!

Beruntung sekolah ini memiliki ruang kelas cukup banyak yakni 18 unit atau masih ada ruang kelas yang bisa difungsikan sementara.

Kepala SDN 1 Tunjuk, Ni Wayan Ariati mengatakan, akibat pohon tumbang kerusakan terjadi pada bagian atap dan plafon bangunan. Beruntung, kejadian berlangsung malam hari sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. “Waktunya malam sekitar jam sebelas, kami tahu dari warga. Yang rusak terutama atap dan plafon ruang kelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SDN 1 Tunjuk saat ini memiliki 155 siswa yang berasal dari lima banjar di wilayah Desa Tunjuk. Sekolah tersebut merupakan hasil regrouping dari tiga sekolah dasar, yakni SDN 1, 2, dan 4 Tunjuk. Dengan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan terdiri atas 10 guru dan 3 tenaga tata usaha.

Baca juga:  Layar Terbesar di Dunia Tayangkan "Bali: Beats of Paradise"

Selain ruang yang tertimpa pohon, kata Ariati kondisi bangunan lama sekolah juga memprihatinkan. Dari total 18 ruang kelas yang ada, sedikitnya lima ruang mengalami kebocoran cukup parah. Bahkan beberapa ruang lain seperti ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang TU, serta kelas 1, 3, dan 5 juga mengalami kerusakan ringan akibat atap bocor.

“Kalau hujan, sering harus pakai ember karena bocor. Bangunan ini sudah ada sebelum saya mulai mengajar tahun 2006 dan belum pernah tersentuh renovasi,” ungkapnya.

Baca juga:  Mau Kredit Mobil Bekas? Yuk, Lakukan Dulu Simulasi Kreditnya

Dari pihak pemilik tegalan tempat pohon kelapa tumbang juga turut bertanggung jawab melakukan pembenahan seadanya agar ruang kelas dapat segera digunakan kembali.

Sementara itu, pihak sekolah juga telah mengajukan usulan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan agar penanganan kerusakan dapat dilakukan secara menyeluruh. “Harapan kami bisa segera diperbaiki, supaya anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN