Pemuda dari STT Bhuana Werdhi saat mengikuti lomba ngelawar di Balai Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli Minggu (17/6). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Banyak kegiatan yang bisa dilakukan para pemuda untuk meningkatkan kekompakan dan mempererat rasa solidaritas. Salah satuya dengan lomba ngelawar. Seperti yang dilakukan para pemuda di Banjar Kawan, Kelurahan Kawan Bangli, Minggu (17/6). Melalui lomba ngelawar ini, para pemuda yang tergabung dalam Sekaa Teruna Teruni (STT) Bhuana Werdhi juga sekaligus bisa mengasah kemampuan membuat makanan tradisional khas Bali itu.

Ketua STT Bhuana Werdhi I Gede Bawa mengatakan, lomba ngelawar yang digelar di Balai Banjar Kawan kemarin dilaksanakan dalam rangka menyambut hari jadi STT Bhuana Werdhi yang ke -29. Lomba ini digelar untuk pertamakalinya dan diikuti seluruh anggota STT yang berjumlah kurang lebih 200-an orang.

Dijelaskan Bawa, tujuan dilaksanakannya lomba ngelawar ini agar generasi muda di Banjar Kawan bisa membuat serta melestarikan makanan khas Bali ini. “Ini juga sekaligus untuk mengasah kemampuan agar kedepan pemuda -pemudi di Banjar kami bisa membantu kegiatan membuat sajian yadnya di Pura. Karena ngelawar salah satu kegiatan yang menunjang kegiatan adat dan agama, dan nantinya mereka sebagai penerus sebagai pengayah/anggota banjar yang akan terjun menggatikan orangtuanya untuk ngayah/gotong royong dalam kegiatan keagamaan/adat,” jelasnya didampingi tokoh masyarakat dari Puri Kawan Tanggu Anak Agung Gede Adhi Suci Artha.

Baca juga:  Empat Pemuda Pemakai Narkoba Ditangkap, Tiga Diantaranya Asal Nongan 

Disampaikan juga bahwa lomba ngelawar ini dijadikan momentum untuk saling mengenal satu sama lain, meningkatkan kekompakan serta mempererat rasa solidaritas antar anggota STT. “Harapan kami melalui lomba ini rasa solidaritas antar anggota STT bisa semakin erat. Jika dulunya ada anggota STT yang malu-malu datang ke balai banjar, dengan adanya lomba ini jadi tidak lagi, karena sudah bisa saling mengenal,” ujarnya.

Ditambahkan Bawa, untuk menilai lawar buatan peserta, pihak panitia menghadirkan lima orang juri. Selain cita rasa, aspek yang juga dinilai meliputi cara penyajian,kehigenisan,tata cara pengolahan baik beberapa jenis lawar maupun sate. (dayu rina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.