ombak
Ilustrasi. (BP/dok)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Seorang penyelam yang melakukan spearfishing hilang di Pantai Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Senin (4/6). Korban I Putu Willem Siertsema (24) terakhir dilihat teman-teman ketika menyelam sekitar 50 meter dari bibir pantai.

Spearfishing sendiri merupakan teknik menangkap ikan menggunakan tombak, tanpa menggunakan umpan. Kemarin, pria asal Banjar Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng itu melakukan spearfishing menggunakan speargun atau senapan khusus yang dirancang untuk menambakkan tombak pada ikan.

Informasi yang dihimpun, korban bersama enam orang rekannya mulai turun ke laut sekitar pukul 07.30. Mereka start dari pantai Banjar Lebah, Desa Sukadana. Satu jam setelah sama-sama menyelam, salah seorang rekan korban sempat melihat posisi korban di kedalam 20 meter, sekitar 50 meter dari bibir pantai. Namun setelah itu korban tak diketahui posisinya. Sekitar pukul 09.10 rekan korban I Putu Ngurah Arika Wiguna (35) hanya menemukan speargun korban di dasar laut.

Baca juga:  Penyelam "Spearfishing" Ditemukan Tewas

Saat itu pula Arika Wiguna kembali ke darat, namun korban tidak ada. Di sana Arika Wiguna hanya bertemu dengan empat rekannya yang lain yang sejak awal tak ikut menyelam. Curiga korban dalam bahaya, para penghobi spearfishing itupun berusaha melakukan pencarian sampai akhirnya mereka menyerah dan memutuskan melapor ke Pos Polair Kubu.

Pencarian korban melibatkan personil SAR gabungan terdiri dari Polair dan Basarnas. Selain itu juga ada dukungan dari kelompok instruktur menyelam Tulamben. Namun sampai berita ini ditulis, upaca pencarian tersebut belum membuahkan hasil. ‘’Kita lakukan penyisiran di sepanjang pantai, dibantu kelompok guide diving yang melakukan penyelaman di daerah korban hilang,’’ jelas Kasatpolair Polres Karangasem, AKP Made Wartama. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.