Suasana kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Kabupaten Tabanan memiliki cukup banyak obyek wisata yang mampu menyedot kunjungan wisatawan. Mulai dari pantai, danau, kebun raya hingga  sektor pertaniannya. Tak salah jika  liburan panjang kali ini, sejumlah obyek wisata dipadati wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain keindahan pantai Tanah Lot, obyek wisata dengan keunggulan pemandangan sawah dan terasiringnya, yakni DTW Jatiluwih juga memiliki daya tarik tersendiri. Peningkatan kunjungan pun sudah terjadi sebelum pelaksanaan hari raya Galungan.

Seperti disampaikan Manager DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa tiap harinya wisatawan mulai ramai sejak pagi hari, dan saat ini memang didominasi wisatawan domestik. Bahkan untuk memberikan nilai plus, kali ini para wisatawan yang berkunjung ke Jatiluwih juga dimanjakan dengan kesenian barong bangkung. “Kunjungan ramai mulai pukul 10 dan juga dari pagi sudah diramaikan barong bangkung sebagai ciri khas kegiatan anak-anak ke desa dan juga di obyek Dtw Jatiluwih,” ucapnya.

Para wisatawan pun tampak menikmati suguhan alam yang luar biasa, bahkan ada diantaranya melakukan tracking menyusuri lahan pertanian yang terjaga dengan baik tersebut, serta adapula yang sekedar ingin selfie dengan latar belakang terasiring yang indah.

Baca juga:  2017, Kunjungan ke Ulundanu Beratan Naik 26 Persen

Sebagai obyek wisata yang baru mulai berkembang, Sutirtayasa mengatakan pihaknya akan terus mencari terobosan kesenian yang ada kaitannya dengan pelestarian lahan pertanian yang menjadi obyek wisata setelah statusnya menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO tahun 2012 silam.

Dimana, tahun 2018 ini, pihak manajemen akan kembali menggelar festival. Acaranya bukan hanya membuat suatu pertunjukan hiburan semata melainkan lebih mengutamakan proses dari edukasi ke masyarakat lokal di Jatiluwih untuk berkolaborasi dengan seniman musik moderen – tebuk kentungan, kerajinan bambu mengingat potensi di jatiluwih penghasil bambu cukup banyak,  kolaborasi seniman bambu yang hasil karyanya sudah sampai di kancah nasional dan internasional, serta melibatkan masyarakat pengerajin bambu di jatiluwih,  kuliner chef – ibu PKK sekebendesaan Jatiluwih menggunakan bahan lokal sperti beras merah, keladi dan sebagainya, serta  menampilkan produk hasil pertanian jatiluwih sperti beras merah, kopi, dan lainnya.

“Kegiatan ini dari rencana yang sudah di buat oleh manajemen akan di selenggarakan di bulan September tanggal 14 dan 15, “pungkasnya. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.