MANGUPURA, BALIPOST.com – Politisi Partai Golkar, I Made Dauh Wijana, akhirnya secara resmi menyandang gelar doktor pascamenuntaskan S3 di Universitas Udayana. Penyematan langsung dilakukan Rektor Unud Prof. Raka Sudewi, Sabtu (26/5).

Dr. Ir. I Made Dauh Wijana., M.M., menjadi lulusan terbaik di program studinya dengan IPK 38,3. Yang mengantarkan dia meraih IPK tinggi adalah karena dia menguasai ilmu ekonomi yang sekaligus sebagai praktisi langsung. “Saya kebetulan menekuni bidang ekonomi manajemen khususnya manajemen keuangan,” tandas Dauh Wijana.

Dikatakan, untuk meraih gelar doktor, disertasi yang diangkat adalah menyangkut tentang persoalan properti di Bali. Alasannya karena fenomena akhir-akhir ini usaha properti cenderung menurun kinerjanya. “Itu yang menyebabkan saya tertarik meneliti tentang properti, khususnya yang ada di Kota Denpasar. Karena properti sebagian besar ada di Kota Denpasar,” katanya.

Baca juga:  Dauh Wijana dan Cok Ibah Daftar Penjaringan Golkar

Judul Disertasi yang diangkat adalah “Peran Keputusan Investasi dalam Memediasi Orientasi Kewirausahaan dan Budaya Organisasi dengan Kinerja Perusaha.” Jadi studinya pada properti di Kota Denpasar.

Kenapa disertasi itu yang diambil? Dia beralasan karena melihat apakah ada faktor budaya yang menjadi driver daripada seseorang untuk melakukan suatu investasi, sehingga akan memacu kinerja perusahan itu. “Hasil penelitian menunjukkan budaya menyama beraya, mampu mendriver daripada seseorang untuk melakukan investais dan akhirnya mampu meningkatkan kinerja perusahaan,” sebut Dauh Wijana.

Oleh karena itu budaya lokal menyama braya itu mesti dilestarikan. “Rekomendasi kita adalah bagaimana caranya kita harus melestarikan menyama braya. Apalagi dalam kondisi permodalan yang sangat terbatas. Dengan konsep menyama braya, saya yakin mau meningkatkan kinerja untuk membangun perusahaan,” tegasnya. (Miasa/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.