Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klungkung, I Wayan Sugiada (kiri) memberikan sambutan dalam penilaian lomba Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB-MKJP) di tingkat Nasional, Selasa (22/5). (BP/ist)

SEMARUPARA, BALIPOST.com – Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Klungkung I menjadi wakil Kabupaten Klungkung dalam lomba Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB-MKJP) di tingkat Nasional. Penilaiannya berlangsung, Selasa (22/5). Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada, ketua tim penilai Direktur Kesertaan KB Pemerintah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat H. Komari, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana, dan instansi terkait lainnya.

Pjs. Bupati Klungkung I Wayan Sugiada berharap lomba ini dapat meningkatkan peran serta Pukesmas dalam  menurunkan angka kelahiran. Memcapai itu, sangat perlu didukung peningkatan kualitas layanan maupun sarana prasarana. Pada penilaian ini, tim diminta dapat melaksanakan secara obyektif dan transparan, serta memberikan pembinaan terhadap segala kekurangan sehingga lebih lanjut dapat disempurnakan. “Lomba ini bukan sekadar serimonial saja. Tapi juga sebagai evaluasi dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ketua tim penilai Direktur Kesertaan KB Pemerintah BKKBN Pusat H. Komari menyampaikan pelaksanaan lomba ini tak lepas dari masih rendahnya pelayanan KB yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan. Sesua data, yang bersumber dari Pukesmas, yaitu 20,3 persen pada 2002/2003, 16 persen pada 2007 dan terus menurun menjadi 13 persen pada 2012.

Baca juga:  Tujuh Karateka Klungkung Wakili Bali Ajang Kejurnas Piala Mendagri

Bahkan sampai 2012 juga, hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) masih menunjukan penggunaan kontrasepsi MKJP mengalami penurunan, yakni Intra Uterine Device (IUD) 3,9 persen dan implan 3,3 persen. Namun pada  2017 jumlahnya menunjukan kenaikan yang cukup signifikan, yaitu penggunaan IUD sebersar 12,1 persen dan Implan 4,7 persen.

Hal tersebut disebabkan sosialisasi yang terus digalakkan. “Sosialisasi salah satunya melalui Puskesmas,” ungkapnya. Disampaikan lebih lanjut, dalam meniingkatkan kualitas pelayanan, perlu ada terobosa inovatif dari setiap puskemas. “Dengan ini, cakupan dan kesertaan KB-MKJP semangkin meningkat,” pungkasnya. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.