Suasana pementasan acara puncak HUT ke-49 SMPN 3 Denpasar yang digelar Sabtu (14/4) malam. (BP/wan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pementasan “Pemburu yang Terburu” dari Teater Jepun, SMPN 3 Denpasar, Sabtu (14/4) malam semakin memeriahkan suasana HUT ke-49 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Pementasan dimulai agak larut sekitar pukul 21.00. Namun pemerannya tetap semangat mementaskan karya mereka.

Pementasan teater ini nampaknya yang ditunggu-tunggu siswa-siswi SMPN 3 Denpasar. Karena semakin larut, penontonnya semakin banyak. Ditambah lokasi pementasan di Lapangan Puputan Badung yang memang kerap ramai dikunjungi masyarakat.

Pembina Teater Jepun, Dewa Ayu Carma Citrawati menuturkan, pementasan kali ini telah dipersiapkan dengan baik oleh anak-anak. Karena di Teater Jepun, tidak hanya mengajarkan tentang seni peran tapi juga mengajarkan proses produksi pementasan teater, mempersiapkan stage, menyusun naskah, dll.

Sejak berdiri 2 tahun lalu, Teater Jepun kerap mendapat juara I dan II dari berbagai lomba yang diadakan. Tak hanya mengikuti lomba, Teater Jepun juga kerap diminta mengisi suatu acara. Seperti oleh dinas, perusahaan dan instansi lain.

Ekstra teater dilaksanakan seminggu sekali. Mereka mendapatkan pelatihan olah nafas, olah tubuh, mempelajari berbagai karakter. Bahkan mereka juga diajarkan membuat video, mempersiapkan stage, properti, menyiapkan sebuah pementasan, dll. “Jadi mereka belajar secara keseluruhan, kami juga mengarahkan saja. Ketika mereka akan pentas, mereka bisa mempersiapkannya mandiri,” tuturnya.

Baca juga:  SMPN 3 Denpasar Gelar Jalan Sehat Plus Edukasi Sampah Plastik

Dengan bergabung di Teater Jepun ini, ia ingin anak-anak memiliki ruang untuk berekspresi. Ada yang menyukai akting, organisasi, dapat belajar di teater. “Dua tahun lalu saya mendapatkan tugas dari Pak Murdana untuk mencari anak-anak yang menyukai akting, broadcasting. Saya engga nyangka kalau anak-anak yang hiperaktif di kelas justru ingin mengikuti ekstra teater,” tuturnya.

Setelah mengikuti kegiatan ekstra teater, anak-anak dapat menyalurkan kreatifitasnya dengan baik. “Anak yang pendiam di kelas, ketika diberikan peran, dia bisa mengekspresikan dirinya, tidak pendiam seperti biasanya,” ungkapnya.

Yang tergabung di Teater Jepun, tidak hanya anak yang berprestasi. Tapi juga anak lain yang merasa Teater dapat memberikan ruang untuk mereka berekspresi, maka mereka bergabung di teater. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.