Kondisi Kawah Ijen, Banyuwangi, pasca-menyemburkan gas beracun. (BP/udi)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Hampir dua minggu ditutup akibat gas beracun, pendakian ke kawah Ijen, Banyuwangi, akhirnya dibuka lagi. Pembukaan obyek wisata di puncak setinggi 2.443 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menyusul meredanya semburan gas beracun. Meski dibuka, wisatawan tetap dilarang mendekati pusat kawah, maksimal hanya radius 1 kilometer.

Obyek wisata kawah Ijen resmi dibuka lagi, Jumat (6/4) dini hari. Wisatawan kembali boleh beraktivitas melakukan pendakian, termasuk penambangan belerang. “ Berdasarkan surat edaran dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jatim,  Taman Wisata Alam (TWA) Ijen kembali dibuka. Kondisinya sudah layak untuk wisatawan,” kata Kepala Resort TWA Kawah Ijen, Sigit Hari Wibowo, Kamis (5/4).

Menurutnya, kunjungan wisatawan tetap dibatasi mulai pukul 04.00 WIB hingga 12.00 WIB. Setelah itu, akan ditutup lagi.

Wisatawan kata dia, hanya boleh menikmati dari  bibir kawah. Hal ini demi keamanan. Hanya para penambang  belerang yang diperbolehkan mendekati kawah. Ketentuan ini sesuai dengan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitogasi Bencana Geologi (PVMBG). Sebab masih dimungkinkan munculkan gas beracun di sekitar kawah.

Baca juga:  Berkabut, Dua Pendaki Tersesat di Ijen

Sigit menambahkan, hingga detik ini, belum ada pembatasan  jumlah wisatawan yang boleh berkunjung ke TWA Kawah Ijen. Pihaknya  menempatkan petugas khusus di puncak Gunung Ijen, tepatnya di pintu masuk menuju dasar kawah. Tujuannya, melarang pengunjung turun ke dasar kawah.

Pembukaan kembali kawah Ijen ini disambut gembira Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, penutupan kawah Ijen sejatinya hal biasa. Sebab, Gunung Ijen memang terbiasa “batuk”. Namun, demi keselamatan pengunjung, harus banyak wisatawan yang rela menunggu untuk bisa menikmati keindahan Kawah Ijen. “ Wisatawan yang kemarin antre dan menunggu, kini bisa naik lagi ke Ijen,” tegasnya.

Pendakian ke Kawah Ijen ditutup total mulai, Kamis (22/3) lalu. Hal ini menyusul munculnya bualan gas beracun dari dasar kawah. Fenomena ini dipicu musim hujan yang terus mengguyur di puncak Ijen. Gas beracun ini membuat sejumlah warga di Kabupaten Bondowoso, lereng barat Ijen, dievakuasi. Sejumlah warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat menghirup gas beracun Ijen. (budi wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.