Panwaslu
I Wayan Hartawan. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Gianyar memastikan telah menutup polemik peristiwa mengacungkan jari telunjuk yang dilakukan Penjabat Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng. Hal ini didasarkan pada kajian, bahwa petugas panwaslu ternyata tidak menemukan adanya pelanggaran.

Ketua Panwaslu Gianyar, Wayan Hartawan, Kamis (8/3) menegaskan berdasarkan kajian terhadap hasil klarifikasi Rochineng di Panwaslu, Panwaslu Gianyar menyimpulkan bahwa kasus ini ditutup. “ Setelah kami kaji, memang beliau mengakui kebenaran foto itu. Tapi kami tidak menemukan dugaan pelanggaran dari foto itu,” jelasnya.

Hartawan menjabarkan 2 poin yang membuat Rochineng tidak melanggar. Pertama karena waktu kejadian bukan dalam konteks kampanye. Kedua, karena orang-orang yang diajak berfoto tersebut bukan pasangan calon Gubenur-Wakil Gubernur maupun pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati. “ Berbeda jika beliau melakukan dengan gerak tubuh itu mana kala ada calon, itu baru pelanggaran,” tegasnya.

Berdasarkan kesimpulan itu, Ketua Panwaslu Gianyar pun memastikan tidak akan lagi melanjutkan polemic ini, terutama dalam pemeriksaan saksi maupun pemanggilan Rochineng untuk yang kedua kalinya. “Kami tidak perlu lagi mengundang siapapun terkait kasus ini. Sudah selesai,” tegasnya.

Berkaca dari polemik ini, Hartawan kembali mengingatkan ASN di lingkungan Pemkab Gianyar untuk tidak ikut dalam politik praktis, serta tidak terlibat kampanye Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Bali maupun Paslon Bupati-Wakil Bupati Gianyar. “Kami warning pada semua ASN di Gianyar. Jangan coba-coba lakukan tindakan yang berkaitan dengan kegiatan kampanye. Manakala ditemukan, kami tidak segan-segan akan panggil,” tandasnya.

Baca juga:  Terkait Hadir di Kampanye, Panwaslu Minta Klarifikasi Perangkat Desa

Sebelumnya diberitakan Penjabat Bupati Gianyar, Ketut Rochineng mengatakan bahwa peristiwa angkat telunjuk yang terdokumentasi dalam foto itu hanya spontanitas. “ Tadi saya jelaskan, waktu itu kebetulan duduk bersama politisi disana. Saya difoto, saya tidak sengaja karena sebelah saya gini jari, jadi saya spontan ikut. Tidak sengaja itu,” tegas Pelantun tembang Bali Shanti.

Akibat foto itu, Rochineng mengaku cukup dirugikan. Terlebih, waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, harus terbagi untuk melakukan klarifikasi ke Panwaslu Gianyar. “Ya jelas dirugikan. Kalau sampai begini saya kan jelas jadi repot begini,” jelasnya.

Meski demikian, bagi Rochineng kasus initidak mau diperpanjang lagi, ia lebih memilih fokus menuntaskan pekerjaan selama bertugas sebagai penjabat Bupati Gianyar. Sebagai Kepala BKD Provinsi Bali, Rochineng menyampaikan pesan supaya peristiwa ini tak sampai terulang oleh ASN yang lain. “ PNS saya minta jaga netralitasnya. Jangan sampai ada terjadi yang seperti ini,” pesannya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.