Aspek keamanan
Ilustrasi internet HP. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seruan bersama untuk mematikan internet saat Nyepi sebetulnya bukanlah permintaan baru. Tahun lalu, hal ini juga sudah pernah disampaikan namun tak bisa direalisasikan setelah berkoordinasi dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI. Pasalnya, putusnya internet akan berdampak besar. Salah satunya pada aspek keamanan Bali sendiri.

“Dari tahun lalu sebenarnya sudah ada seperti ini. Tapi setelah kita bersama dewan (DPRD Bali) dan KPID berkoordinasi ke Kementrian, dampaknya cukup besar berkaitan dengan keamanan, berkaitan dengan keberadaan bandara kita, pariwisata kita,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali, Nyoman Sujaya dikonfirmasi, Selasa (6/3).

Sujaya menjelaskan, jika terjadi sesuatu pada keamanan Bali, pihak kepolisian juga membutuhkan jaringan internet untuk mengatasinya. Termasuk jika terjadi bencana. Khusus untuk salah satu isi seruan bersama dari majelis-majelis agama dan keagamaan Provinsi Bali tahun ini, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak provider penyedia jasa seluler. Dalam koordinasi itu, internet yang dimaksud mengerucut pada internet untuk smartphone/handphone (hp).

“Maksudnya internet yang di HP. Sedangkan internet yang berkaitan dengan pelayanan lainnya tetap berjalan seperti biasa. Jadi pelayanan berkaitan dengan keamanan, di rumah sakit, di hotel masih bisa jalan,” jelasnya.

Menurut Sujaya, hal ini pun masih akan dikoordinasikan lagi dengan Kementrian Kominfo. Terutama meminta pertimbangan menyangkut pelaksanaan secara teknis.

“Nanti dari DPRD Bali, Komisi I akan berkoordinasi tanggal 9 Maret ke Kementrian Kominfo berkaitan siaran tv, radio dan internet. Setelah itu, hasil koordinasi rencananya disosialisasikan Senin mendatang,” jelasnya.

Diwawancara terpisah, Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, seruan bersama yang terdiri dari 8 poin kesepakatan itu sejatinya merupakan imbauan. Termasuk pada poin keempat yang tertuang mengenai, provider penyedia jasa seluler diharapkan untuk mematikan data seluler (internet) dari Hari Sabtu, 17 Maret 2018 pukul 06.00 wita sampai dengan Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 wita.

Baca juga:  Warga Kelurahan Paket Agung Gelar Lomba Ngoncang

Lantaran merupakan imbauan, masyarakat Bali diminta untuk tidak gelisah dan emosi. Sebab, imbauan tersebut sejatinya diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap umat Hindu yang merayakan Nyepi di Bali.

“Karena di internet itu kan banyak hiburan. Dalam catur brata penyepian itu kan ada amati lelanguan, tidak boleh menghibur. Tapi banyak yang tersinggung berat dan sebagainya, bahkan ada yang mengancam Ketua Parisada, itu wajar saja,” ujarnya.

Menurut Sudiana, imbauan itu sudah diusulkan kepada Kemenkominfo. Kalau memang diterima oleh provider penyedia jasa seluler, maka akan bagus. Tapi kalau tidak, tidak ada sanksi yang diberikan kepada mereka. Kendati, pihaknya berharap provider penyedia jasa seluler bisa mengerti agar perayaan Nyepi sekali dalam setahun ini dapat dilaksanakan dengan tenang.

“Seluruh umat Hindu jangan gelisah, banyak sekali kritik yang sudah masuk ke kita. Tapi kalau dapat merasakan nikmatnya tidak menggunakan media sosial satu hari itu, ketagihan nanti,” imbuhnya.

Sudiana menambahkan, pada saat Nyepi, komunikasi dengan Tuhan tidak perlu menggunakan sarana apa-apa lagi. Namun cukup dengan menyatukan pikiran, perkataan dan perbuatan. “Pada saat itu kalau kita bisa melaksanakan dengan baik, akan merasakan bagaimana beragama,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.