padat karya
Presiden Jokowi saat meninjau proyek padat karya tunai di subak Jaka, Marga. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) ke kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Jumat (23/2) juga membawa kesan tersendiri bagi sejumlah warga, khususnya anggota subak Jaka, Banjar Tegal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan. Meski harus menunggu sejak pukul 06.00 wita, warga tampak antusias menunggu, hanya agar bisa melihat lebih dekat sosok Presiden yang mereka idolakan.

Kebahagiaan tampak terpancar saat, Presiden Jokowi akhirnya menyempatkan melakukan peninjauan kegiatan padat karya tunai di subak setempat. Bahkan sosok orang nomor satu di Indonesia ini tidak segan duduk santai pada dipan bambu di sawah dan mendengar sejumlah keluhan petani, salah satunya terkait saluran irigasi dan sertifikat tanah.

Perbincangan tersebut berlangsung sekitar 30 menit. Bahkan Presiden Jokowi meminta agar seluruh Kementrian di Kabinetnya bisa mencontoh Program dari Kementrian PUPR.“Kita harapkan semua Kementrian seperti ini, meski sudah ada beberapa yang melaksanakan. Artinya Kementrian yang lain untuk proyek-proyeknya di Daerah, kita sudah tekankan juga untuk segera dimulai,”tegas Jokowi.

Menurutnya, percepatan itu semata-mata diharapkan untuk kepentingan rakyat sehingga bisa mendongkrak perekonomian rakyat. Sehingga tercipta masyarakat adil dan makmur. “Ini betul-betul nanti kita harapkan untuk mendongkrak peredaran uang di desa, di daerah, meningkatkan daya beli, dan meningkatkan konsumsi masyarakat, arahnya kesana”, jelas Jokowi.

Sementara itu Kepala Desa Kukuh Marga, I Made Sugianto mengatakan kedatangan Presiden Jokowi ke Marga membawa vibrasi yang luar biasa bagi warganya. “Paling tidak selain ada kebanggaan pernah didatangi Presiden, warga akan terus lebih semangat bersama sama membangun desa lebih baik lagi kedepan,” ucapnya.

Baca juga:  Cuara Buruk dan Abu Vulkanik, Petani Cabai Terpaksa Panen Lebih Awal

Dikatakannya, program padat karya tunai untuk subak jaka ini merupakan bantuan pertama kali dari pusat. Bantuan diarahkan untuk pembuatan saluran irigasi dan jalan subak sepanjang 600 meter dengan dana yang dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp 600 juta. “Tadi (kemarin, red) bapak Presiden sudah meminta Kementrian PUPR untuk menghitung ulang, karena jalan itu rencananya tembus ke desa tetangga, jadi ini sifatnya bantuan awal, dab kami diminta mengajukan proposal permohonan bantuan lagi untuk bendungan,” terang Sugianto.

Perasaan luar biasa juga cukup dirasakan pekaseh subak jaka Ir. I Wayan Yusa dan mantan Pekaseh I Wayan Sukanada. Pasalnya, kedua orang warga ini mendapat hadiah spesial dari Presiden Jokowi sebelum bertolak ke Margarana untuk acara penyerahan sertifikat. “Sampai saat ini belum saya buka hadiah apa yang diberikan, dan ini perasaan yang luar biasa dan tentu tidak terbayangkan bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi,” ucapnya.

Ia pun mengaku sulit tidur jelang adanya rencana orang nomor satu di Indonesia tersebut akan turun meninjau subak Jaka. Bahkan kegiatan gotong royong pembuatan saluran irigasi yang biasanya dikerjakan mulai pukul 08.00 wita, khusus untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi, warga anggota subak sudah mulai bekerja pukul 06.00 wita. “Pokoknya rasanya luar biasa, apalagi bisa ngobrol langsung dengan Presiden,” ucapnya. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.