air danau
Rumah warga di Desa Terunyan terendam akibat air danau meluap tahun lalu. Kini rumah warga kembali terendam akibat air danau kembali naik. (BP/nan)

BANGLI, BALIPOST.com – Cuaca ektrem yang melanda wilayah Bangli dan sekitarnya sejak beberapa waktu lalu, membuat air Danau Batur kembali naik. Meluapnya air danau tersebut, mengakibatkan puluhan rumah warga yang ada di Desa Terunyan kembali terendam.

Seperti yang diungkapkan warga Terunyan I Ketut Jaksa, air danau kembali meluap semejak hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Bangli dan sekitaranya sejak beberapa waktu lalu. “Air danau kembali naik sekitar sebulan lalu,” ungkapnya.

Kata Jaksa, naiknya air danau membuat akses jalan yang ada di depan rumah warga yang biasa dilalui sehari hari kini tidak bisa lagi dilewati pejalan kaki maupun kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menurut Jaksa, air yang naik mencapai pinggang orang dewasa. Parahnya, tingginya air danau yang naik mengakibatkan rumah warga yang ada di seputaran danau kembali terendam. Jadi warga yang ingin ke luar rumah maupun ke rumah mereka harus menggunakan perahu.

“Rumah yang tahun lalu terendam sekarang ini kembali terendam. Akibat air masuk ke rumah-rumah membuat sejumlah warga untuk sementara ini meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke rumah kerabatnya yang lebih aman. Dan bagi warga yang tidak memiliki rumah lain atau kerabat di luar, mereka masih terpaksa tetap bertahan menempati rumah mereka,” katanya.

Baca juga:  BWS Bali Penida Kesulitan Normalisasi Danau Buyan

Warga lain I Nengah Guantara mengatakan, jika rumah miliknya juga kembali terendam akibat naiknya air danau. Tahun lalu, Kata dia air danau yang naik juga sempat merendam rumahnya hingga berbulan-bulan.

“Sekarang rumah kembali terendam karena rumah saya berada paling di depan, sehingga air pertama masuk ke dalam rumah,” ucap pria yang juga sebagai guru olehraga di salah satu SD di Terunyan itu.

Dia menjelaskan, pihaknya belum berani memastikan sampai kapan air danau akan kembali surut. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, air dana cukup lama sampai kembali surut. Kondisi ini, cukup mengganggu anak-anak jika ingin berangkat ke sekolah. “Kalau tahun lalu sampai  sebulan lebih air belum surut-surut. Kalau sudah musim panas air biasanya baru surut. Kalau masih hujan-hujan air tetap tinggi,” tegasnya sembari berharap air segera surut, sehingga aktivitas warga tidak lagi terganggu. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.