Keramba ikan di Danau Batur, Bangli. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Danau Batur di Kintamani dimanfaatkan banyak masyarakat untuk budi daya perikanan dengan sistem keramba jaring apung (KJA). Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli mencatat jumlah KJA di Danau Batur saat ini mencapai 12.200 plong. Melebihi ambang batas yang direkomendasikan.

Kabid Perikanan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) kabupaten Bangli, I Wayan Agus Wirawan mengatakan, berdasarkan kajian daya dukung dan zonasi KJA di Danau Batur tahun 2017 kerja sama Pemkab Bangli dan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, pemanfaatan Danau Batur untuk KJA direkomendasi hanya 1% luas Danau Batur. Atau sekitar 10 ribu plong KJA dengan ukuran 4×4 meter. “Sedangkan saat ini jumlah KJA yang ada sudah melebihi 1 persen dari luas danau,” ungkap Agus Wirawan, Senin (16/10).

Baca juga:  Peringati Hari Bumi, Gojek dan GoTo Financial Luncurkan Inisiatif #GoGreener

KJA di Danau Batur, kata Agus Wirawan, dimiliki oleh masyarakat lokal yang tinggal di pesisir Danau Batur.

Untuk menekan supaya KJA di Danau Batur tak terus bertambah, Agus Wirawan mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah upaya. Antara lain mengalihkan sistem budi daya ikan dari sistem KJA di badan air danau ke sistem Bioflok di darat. Pemerintah memberikan bantuan percontohan paket kolam bioflok.

Baca juga:  Sambut Pertemuan IMF-WB, Ribuan Anggota Kodam Kerja Bakti di Tanjung Benoa

Selain itu Dinas PKP juga telah melaksanakan demplot penataan KJA di pesisir Danau Batur dan membuat demplot percontohan KJA ramah lingkungan. “Kami juga lakukan pembinaan dan sosialisasi budi daya ikan ramah lingkungan dan berkelanjutan pada pembudidaya ikan dan nelayan,” kata Agus Wirawan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN