Komplotan coblos ban dan keprok kaca mobil setelah ditangkap di Kuta. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Belum genap sepekan menjabat Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Wayan Arta Ariawan bersama tim Resmobnya menangkap komplotan coblos ban dan keprok kaca selama ini diburu. Komplotan asal Bengkulu tak hanya diburu polisi Bali, juga polda lainnya.

Selain Bali, provinsi lain yang menjadi sasaran mereka yaitu Jakarta, Jawa Barat dan NTB. Mereka ini spesialis nasabah bank yang mengambil uang dan sudah ada peran masing-masing.

Komplotan coblos ban dan keprok kaca asal Bengkulu ternyata ada dua kelompok. Komplotan senior dipimpin Abasirin alias Abas. Sementara klomplotan junior dipimpin Rangga Alam alias Alam (24) dan dia ditangkap duluan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1) lalu.

“Komplotan paling ditakuti dan terkenal di Bengkulu. Otak komplotan ini tersangka Abas dan Candra alias Indra Barak. Mereka juga tergolong sadis bila tepergok dan mendapat perlawanan oleh korban,” kata Kasat Reskrim Kompol Arta Ariawan, didampingi Kasubnit Jatanras Iptu Ngurah Eka Wisada, Minggu (4/2) kemarin.

Dalam aksinya selalu dalam jumlah banyak. Pasalnya masing-masing pelaku punya tugas yaitu survei, pembuntutan sampai eksekutor. “Kalau ada barang berharga misalnya HP, langsung dikirim pakai ekspedisi. Tujuannya untuk menghilangkan jejak,” ungkap Iptu Ngurah Eka.

Terkait komplotan diotaki Alam (24) yang ditangkap duluan di Bandung, Jawa Barat, hingga saat ini masih diburu. Polisi sudah memasukkan Re, Rid dan Da ke Daftar Pencarian Orang (DPO). Namun sasaran mereka sama yaitu nasabah bank.

Baca juga:  Gerebek Apartemen, Ditangkap Pemuda Cabuli Siswi SMP

“Mudah-mudahan dengan ditangkapnya komplotan ini, tidak ada lagi kasus coblos ban dan keprok kaca mobil. Kami juga mengimbau masyakarat agar jangan menaruh barang berharga apalagi uang dalam jumlah banyak di mobil. Kalau ban mobil kempes harus waspada, lebih baik berhenti di tempat keramaian atau hubungi temannya,” ujar Kompol Arta.

Seperti diberitakan, tim Jatanras Polresta Denpasar menggerebek homestay di Jalan Mataram, Kuta, Sabtu (27/1) lalu. Polisi meringkus komplotan coblos dan keprok kaca mobil berjumlah tujuh orang. Ketujuh pelaku itu adalah Alan Bin Suharda (38), Abasirin (25), Candra alias Indra Barak (28), Hendra (28), Ria Candra (31), Yupran (25) dan Zaidan (27).

Karena melawan, tim dipimpin Kasat Reskrim Polresta Kompol Wayan Arta Ariawan, didampingi Kasubnit Jatanras Ipda Ngurah Eka Wisada terpaksa menembak kaki empat pelaku yaitu Yupran, Candra, Abasirin dan Alan.

Komplotan ini melakukan aksinya di sebelah rumah makan Stickee di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung. Selain itu, komplotan asal Bengkulu ini juga beraksi di Jalan Bay-ass Ngurah Rai, Suwung Kauh, Pemogan, Denpasar Selatan.

Barang bukti yang diamankan yaitu uang tunai Rp 25,2 juta, satu tas hitam merek Eiger milik korban, amplop coklat, dompet, sepasang sandal, empat sepeda motor, tujuh helm dan paku payung. Korbannya Stefanus Elliot Lee (37) dan Patrick Molliere (64) warga negara Perancis. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.