Ni Nyoman Pastini dirawat di RSJP Bali di Bangli. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Seorang penderita gangguan jiwa menebas leher ibunya sendiri dengan sebilah belakas hingga berlumuran darah. Kasus penganiayaan itu terjadi di rumah korban di Banjar/Desa Belancan Kintamani.

Pasca menganiaya ibunya, pelaku Ni Nyoman Pastini (33) langsung diamankan dan dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ) sementara korban Ni Nyoman Tutur (67) dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatan penanganan medis.

Informasi yang dihimpun Selasa (30/1) menyebutkan, kasus penganiayaan yang dilakukan anak terhadap ibunya itu terjadi di dapur rumah korban pada Senin (29/1) sekitar pukul 17.30 wita. Peristiwa itu pertamakali diketahui anak korban yang juga saudara pelaku, Ketut Kartana yang ketika itu melihat ibunya menangis meminta tolong di halaman rumahnya sambil memegang lehernya yang sudah berlumuran darah. Saksi yang panik langsung memanggil pamannya, I Ketut Ruwat yang pada saat itu sedang berada di rumahnya yang berjarak kurang lebih 10 meter.

Mendengar teriakan korban, saksi Kartana dan Ruwat kembali mendatangi korban yang pada saat itu sudah dalam kondisi lemas. Sementara pelaku Pastini dilihat Kartana sedang duduk di dapur sambil membawa blakas. Oleh Kartana, belakas yang dibawa pelaku berhasil diamankan. Dibantu sejumlah warga lainnya, korban langsung dilarikan ke RS BMC di Bangli sedangkan pelaku diamankan dan dibawa ke RSJ Bangli.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi seizin Kapolres AKBP IGN Agung Panji Anom membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Sulhadi mengatakan akibat tebasan pelaku, korban mengalami luka menganga pada leher dengan panjang 11 cm, lebar 4 cm dan kedalaman 1 cm. Korban kini telah mendapat penanganan medis di RS BMC.

Baca juga:  Pelaku Penebasan Paman Dijerat Pasal Penganiayaan Berat

Sementara pelaku kini berada di RSJ Bangli untuk mendapat penanganan kejiwaan. Kapolsek Kintamani Kompol Putu Gunawan menambahkan, penyebab pelaku melukai ibunya belum diketahui. Karena saat dimintai keterangan jawaban pelaku ngalor ngidul lantaran gangguan kejiwaannya kumat.

Terpisah Kasi Pelayanan Medis RS BMC I Nyoman Gede Semarajana seizin Direktur dr. Wayan Rinartha mengatakan, pasien berusia 67 tahun itu tiba di RS BMC sekitar pukul 19.30 wita. Pasien mengalami luka pendarahan pada leher bagian kanan karena benda tajam. Setelah menjalani operasi, pasien kini masih menjalani rawat inap.

Sementara itu Direktur RSJP Bali di Bangli dr. Bagus Darmayasa mengatakan Ni Nyoman Pastini yang dibawa ke RSJ sekitar pukul 19.30 wita kini masih dirawat di ruang IPCU. Pastini didiagnosa mengalami gangguan jiwa berat. Dia terakhir kali berobat di RSJ pada tahun 2002. “Setelah itu tidak pernah berobat,” terangnya.

Menurut dr. Bagus, seseorang yang menderita gangguan jiwa harus teratur berobat agar kondisinya stabil. Jika tidak, maka gangguan jiwa bisa kambuh. (dayu rina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.