Durian Kunyit akan dikembangkan di Tabanan. Sebelum dikembangkan dilakukan proses identifikasi. (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Produksi perkebunan Tabanan tidak hanya sebatas kopi dan manggis saja. Namun buah durian pun memiliki potensi.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi durian ini, Tabanan akan mengembangkan Durian Kunyit. Ada dua desa yang memiliki potensi perkembangan durian jenis ini di Tabanan yaitu Desa Belimbing dan Desa Jelijih Punggah.

Tokoh Desa asal Pupuan, I Gusti Nyoman Omardani, Selasa (23/1) mengatakan pengembangan durian kunyit ini perlu dilakukan terlebih keberadaan pohon durian jenis ini mulai jarang ditemukan. “Hanya ada di dua desa yaitu Desa Belimbing dan Desa Jelijih Punggah. Memang hanya terdapat di wilayah ini saja, saat ini keberadaanya cukup sulit untuk ditemui,” katanya.

Menurutnya, durian kunyit memiliki ciri khas terutama pada warna yang mencolok kuning seperti warna kunyit. Selain itu rasanya manis, berdaging tebal dan ketika matang mengupasnya tidak sulit.

Kelebihan lain buahnya juga tidak cepat rontok meski sering diterpa hujan serta berbuah sepanjang tahun. Karena kelebihan ini serta keberadaannya yang sudah mulai jarang, pada 18 Januari Desa Belimbing dan Desa Jelijih Punggang telah meminta bantuan ke Badan Penyuluh Teknologi Pertanian (BPTP) Provinis Bali, Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan untuk mengecek jenis durian kunyit.

Baca juga:  Air Terjun Sing Sing Blemantung

Dijelaskan Omardani, pohon durian kunyit umumnya berbuah saat usianya delapan tahun dan diharapkan dengan teknologi pertanian, proses tumbuh dan berbuahnya bisa lebih dipercepat.

Sementara itu Kabid Pengembagan Produksi dan Hortikultura, Wayan Suandra, menambahkan pihaknya telah mengecek pohon durian kunyit tersebut bersama-sama dengan BPTP. Saat ini prosesnya baru dalam tahap identifikasi.

Untuk bisa mengembangkan pohon durian kunyit ini, harus ditetapkan dulu sebagai pohon induk dan untuk itu memerlukan beberapa tahap salah satunya identifikasi pohon. “Datanya harus lengkap untuk bisa diajukan sebagai pohon induk,” ujarnya.

Kelengkapan data bisa terpenuhi jika pohon sudah menghasilkan buah yang matang. Sementara saat ini untuk di Desa Belimbing pohon durian kunyit belum menghasilkan buah, sedangkan di Desa Jelijih Punggah buahnya belum matang atau tua.

Jika nanti sudah menjadi pohon induk, lanjut Suandra maka pengembangan durian kunyit bisa melalui batang yang ditanam ke pohon durian tersebut. “Maksudnya sebagai pohon induk nantinya pohon akan dicari batang-batangnya sebagai tempat penempelan atau pengembangan secara vegetatif mengingat durian ini jika ditumbuhkan lewat biji memakan waktu delapan tahun untuk bisa berbuah,” jelas Suandra. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.