TTP Sanda sudah dilengkapi dua Embung yang dibangun oleh BWS Bali Penida yang nantinya difungsikan untuk mendukung riset maupun untuk pengairan di wilayah Pupuan. (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Nasib Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sanda di Kecamatan Pupuan hingga kini belum jelas operasionalnya. Ketidakjelasan ini bahkan sudah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi ini membuat Dewan Tabanan khawatir TTP Sanda ujung-ujungnya menjadi lahan dan bangunan mangkrak. Karena itu, Dewan Tabanan mendorong agar segera dibentuk badan pengelola dan arah yang jelas terhadap TTP Sanda tanpa keluar dari konsep (roh) awal yakni sebagai pusat penelitian teknologi pertanian dari hulu sampai hilir.

Dari pantauan dilapangan, TTP Sanda sudah terdapat sejumlah bangunan untuk mendukung kegiatan riset teknologi pertanian. Seperti gedung alsintan tempat menyimpan alat mesin pertanian termasuk gudang, gedung pelatihan sekaligus ruang rapat, gedung agrimart untuk display produk TTP yang dihasilkan dan gedung perkantoran.

Selain juga dua embung dengan kapasitas volume air sekitar 18 ribu meter kubik air. Sayangnya, sejak dibangun tahun 2017, sampai saat ini belum ada pergerakan signifikan. Terakhir Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya juga sudah turun langsung melihat keberadaan TTP Sanda disusul selanjutnya kelompok ahli Bupati yang turun melakukan kajian.

Baca juga:  Perda Inisiatif Tak Kunjung ada Perbup, Ini Tanggapan DPRD Tabanan

Kini, tergantung komitmen pemangku kebijakan baik pemerintah daerah dan masyarakat bagaimana potensi yang luar biasa ini bisa segera terealisasi dengan baik. Selain juga segera dibentuk badan pengelola. Seperti disampaikan Anggota dewan asal Pupuan, I Gusti Nyoman Omardani, kelemahaan TTP Sanda ada di pengelolaan. Pihaknya menyarankan bisa segera dibentuk khusus badan pengelola atau melalui anak perusahaan Darma Santika. Karena, jika dibentuk UPT menurutnya memerlukan pembiayaan tinggi, apalagi OPD yang cukup gemuk saat ini sudah sangat membebani Pemda.

“Bisa bentuk badan usaha atau perusda, karena mereka jelas yang dikejar profit, pemerintah hanya perlu membackup permodalan dan bisa diawasi dan dievaluasi tiap tahunnya, namun tetap tidak boleh menghilangkan konsep atau roh awal TTP Sanda sebagai tempat riset tekonologi pertanian, apalagi banyak produk lokal Tabanan khususnya di Pupuan yang sudah bersertifikat dan diakui oleh pusat, ini dioptimalkan,”terangnya, Minggu (4/4).

Baca juga:  Dunia Motor Identik dengan Kaum Adam? Gak Juga, Simak Kisah "Lady Bikers" Bali

Begitupun usulan pengelola dari anak perusahaan daerah Darma Santika, bisa dilakukan dengan merubah regulasi yang sudah ada, nantinya anak perusahaan ini bisa difokusikan berkantor di TTP Sanda, termasuk tenaga kerjanya, apalagi sebelumnya juga telah dilakukan pelatihan pada puluhan tenaga lokal yang disiapkan untuk ikut mengelola TTP Sanda. “Saya lihat cenderung ke badan pengelola atau ke anak perusahaan darma santika, untuk efektifkan dan efisienkan pengelolaan anggaran. Tinggal lakukan penataan mana yang mampu memberikan daya tarik dan menghidupkan riset, kita fokus kesana dulu, apalagi ada potensi lokal, tiap tahun OPD punya rencana kerja itu optimalkan,”sarannya.

Baca juga:  Teknologi Masih Menjadi Kendala Petani Maupun UMKM 

Dan diakuinya keberadaan TTP Sanda ini, lanjut kata Omardani lebih mengefektifkan peran dan tugas para penyuluh pertanian. “Selama ini mungkin kurang efektif karena sifatnya menyebar, disini mereka bisa langsung praktek sambil memberikan penyuluhan, tinggal masyarakat kita undang kesini (TTP Sanda,red), bila perlu orang orang dari Propinsi dan seluruh Indonesia nantinya datang kesini , tetapi itu jangka panjang, yang mendesak saat ini segera bentuk badan pengelola dan siapkan arah yang jelas terhadap TTP, serta desain juga dirubah karena ada banyak perubahan baru di lokasi,”pungkasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Tabanan mendapat kepercayaan dari Kementerian Pertanian dipilih menjadi lokasi Program Pengembangan Taman Teknologi Pertanian (TPP) yang akhirnya oleh Pemkab Tabanan dipilih di desa Sanda, Pupuan. Program pemerintah pusat ini bertujuan mengajak masyarakat berinovasi memanfaatkan teknologi modern, sehingga pertanian ke depannya akan semakin maju. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.