Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat berbicara di Sarasehan Pendidikan di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin (22/1). (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemprov Bali menggelar Sarasehan Pendidikan di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin (22/1). Tapi tak satupun anggota dewan, baik dari DPRD Bali maupun DPR RI yang hadir.

Padahal, sarasehan pendidikan bertajuk “Membangun Masa Depan Pendidikan Bali” ini juga membutuhkan masukan dari anggota dewan.

Anggota DPR RI yang awalnya diundang sebagai narasumber yakni Putu Supadma Rudana dan I Wayan Koster dari Komisi X. Supadma Rudana berhalangan hadir lantaran sedang mengikuti rapat yang tidak bisa ditinggalkan.

Sementara ketidakhadiran Koster justru berkaitan dengan alasan-alasan politis. Mengingat politisi PDIP itu sudah mendaftar sebagai bakal pasangan calon gubernur dalam Pilgub Bali 2018.

“Keduanya berhalangan hadir, yang satu karena ada rapat, yang satu lagi karena alasan-alasan politis. Padahal kita tidak mengundang calon sebenarnya. Kita mengundang narasumber anggota Komisi X DPR RI,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika diawal sambutannya.

Menurut Pastika, anggota Komisi X DPR RI dilibatkan sebagai narasumber sarasehan pendidikan untuk menjelaskan politik pendidikan seperti apa. Pihaknya menggarisbawahi, politik pendidikan yang dimaksud tidak sama dengan pendidikan politik.

Baca juga:  Surabaya Berduka, Siswa Diliburkan Sehari

“Bukan pendidikan politik, tapi politik pendidikan seperti apa melihat kenyataan-kenyataan yang ada sekarang di dunia pendidikan kita, dunia pendidikan nasional khususnya di Bali,” jelas Mantan Kapolda Bali ini.

Selain dua anggota DPR RI tersebut, Pastika juga menyentil ketidakhadiran Komisi IV DPRD Bali yang membidangi pendidikan. Termasuk unsur pimpinan dewan yang turut tidak nampak dalam sarasehan.

“Komisi IV kita juga mengundang dan pimpinan DPRD Bali. Tapi semuanya sedang ke luar kota. Paling tidak harusnya dia mewakili,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah melalui pesan WhatsApp, Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengaku tengah melakukan kunjungan kerja di Lombok, NTB. Kunjungan kerja Komisi IV berkaitan dengan program Pemprov Bali yang ingin mempersiapkan 500 tenaga kerja ke luar negeri. Baik di kapal pesiar, perhotelan, maupun spa.

“Kita baru tiba di Lombok mencari informasi ke BLK internasional tentang keberangkatan TKI dan TKW ke luar negeri,” ujarnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.